TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Vernier Caliper

Alat pengukuran (Measuring Tool) adalah bagian dari peralatan automotive yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pemeliharaan maupun perbaikan. Alat-alat pengukuran yang digunakan pada saat perbaikan automotive dituntut memiliki tingkat ketelitian dan presisi yang sangat tinggi. Hal itu karena nilai toleransi antar bagian komponen yang saling bergerak sangat kecil dan hampir tidak ada. Kepresisian ini membuat alat-alat pengukuran yang digunakan juga menjadi cukup rumit untuk dibaca secara cepat. Salah satu alat ukur presisi untuk pemeriksaan bagian-bagian pada automotive adalah Vernier Caliper. Vernier Caliper dikenal juga dengan nama Sigmat dan Jangka Sorong.

Jangan menggunakan alat sebelum anda memahami bagaimana cara menggunakan secara benar dan pembacaan hasil pengukuran dengan baik, untuk memahami Vernier Caliper maka akan dibahas beberapa hal yang terkait dengan Vernier Caliper, yaitu:


Fungsi dan Bagian Vernier Caliper

Vernier Caliper memiliki beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Bagian-bagian Vernier Caliper sangat penting untuk diketahui karena hasil pengukuran menjadi salah jika penggunaan bagian-bagian tersebut tidak sesuai dengan fungsinya. Perhatikan bagian-bagian Vernier Caliper pada gambar dibawah ini:

Gambar 1. Bagian Vernier Caliper
  1. Outside Jaws; Atau disebut Rahang Luar. Bagian ini digunakan untuk mengukur jarak bagian luar suatu benda, dan atau pada umumnya digunakan untuk mengukur diameter luar pada benda yang berbentuk silinder.
  2. Inside Jaws; Atau disebut Rahang Dalam. Bagian ini digunakan untuk mengukur jarak bagian dalam suatu benda, dan atau pada umumnya digunakan untuk mengukur diameter dalam pada benda yang berbentuk tabung silinder.
  3. Depth Probe; Atau disebut juga Depth Bar atau Batang Kedalaman. Bagian ini digunakan untuk mengukur jarak kedalaman suatu benda yang berbentuk rongga yang tidak memungkinkan diukur menggunakan bagian Outside Jaws maupun Inside Jaws.
  4. Main Scale Milimeter; Atau Skala Utama Milimeter. Bagian ini digunakan untuk membaca hasil pengukuran suatu benda. Hasil pembacaan pengukuran pada Main Scale masih belum detail dan pada skala utama ini hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan Milimeter (mm).
  5. Main Scale Inch; Atau Skala Utama Inch. Bagian ini digunakan untuk membaca hasil pengukuran suatu benda. Hasil pembacaan pengukuran pada Main Scale masih belum detail dan pada skala utama ini hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan Inch.
  6. Vernier Scale Milimeter; Atau Skala Vernier Milimeter. Bagian ini digunakan untuk membaca hasil pengukuran suatu benda. Bagian Vernier Scale merupakan skala detail yang menunjukan nilai desimal dibelakang koma setelah pembacaan hasil pengukuran pada Main Scale. Pada skala vernier ini hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan Milimeter (mm).
  7. Vernier Scale Inch; Atau Skala Vernier Inch. Bagian ini digunakan untuk membaca hasil pengukuran suatu benda. Bagian Vernier Scale merupakan skala detail yang menunjukan nilai desimal dibelakang koma setelah pembacaan hasil pengukuran pada Main Scale. Pada skala vernier ini hasil pengukuran dinyatakan dalam satuan Inch.
  8. Retainer; Atau Clamp Screw atau Pengunci. Bagian ini digunakan untuk mengunci bagian bergerak Vernier Caliper ketika proses pengukuran telah dilakukan. Pada saat pengukuran dilakukan dan posisi pengukuran sudah tepat maka sebelum Vernier Caliper dilepas dari benda yang diukur, harus dilakukan penguncian pada bagian yang bergerak dengan menggunakan Retainer. Hal ini untuk menghindari perubahan jarak hasil pengukuran.

Jenis Vernier Caliper

Vernier Caliper Analog adalah Vernier Caliper yang proses hasil pengukuran dibaca secara manual. Hasil pengukuran besar dibaca pada area Main Scale sedangkan hasil pengukuran kecil dibaca pada area Vernier Scale. Vernier Caliper jenis analog terdiri dari tiga tingkat ketelitian yaitu;

Gambar 2. Ketelitian 0,05 mm

Vernier Caliper dengan ketelitian 0,05 biasanya tertulis pada skala vernier, atau terkadang tertulis 1/20. Penulisan 1/20 karena jumlah garis skala vernier sebanyak 20 garis. 1/20 = 0,05 mm.

Gambar 3. Ketelitian 0,02 mm

Vernier Caliper dengan ketelitian 0,02 biasanya tertulis pada skala vernier, atau terkadang tertulis 1/50. Penulisan 1/50 karena jumlah garis skala vernier sebanyak 50 garis. 1/50 = 0,02 mm.

Gambar 4. Ketelitian 0,01mm

Khusus untuk permbacaan Vernier Caliper jenis jarum dengan ketelitian 0,01 mm ini akan dibahas pada artikel terpisah.

Vernier Caliper Digital ini merupakan alat ukur presisi keluaran terbaru. Penggunaannya pun sangat mudah, kita hanya tinggal membaca nilai yang keluar pada layar LCD. Kita bisa berganti satuan dari milimeter ke inch dengan mudah. Namun disetiap penggunaan kita harus melakukan kalibrasi “Zero Set” agar hasil pengukuran lebih akurat. Kelemahannya Vernier Caliper adalah ketika Vernier Caliper kotor dan baterai lemah maka hasil pengukuran menjadi kacau dan tidak akurat.

Gambar 5. Vernier Caliper Digital

Penggunaan Vernier Caliper

Beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menggunakan Vernier Caliper, diantaranya:

Bersihkan; Sebelum melakukan pengukuran maka bersihkanlah terlebih dahulu objek yang akan diukur dan Vernier Caliper terutama pada permukaan Outside Jaws, Inside Jaws, dan Depth Probe.

Periksa Vernier Caliper; Sebelum menggunakan Vernier Caliper pastikan bahwa bagian skala vernier dapat bergeser dengan baik, dan pastikan pula (kalibrasi) bahwa angka “0” pada kedua sekala bertemu sejajar dengan tepat.

Gambar 6. Vernier Kaliper Posisi 0

Objek Dekat Skala Utama; Posisi pengukuran usahakan bahwa objek yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama. Pengukuran di ujung rahang pengukuran menghasilkan pengukuran yang kurang akurat.

Gambar 7. Objek Ukur Diameter Luar

Tegak Lurus Terhadap Objek; Tempatkan Vernier Caliper tegak lurus terhadap objek yang diukur.

Gambar 8. Tegak Lurus Terhadap Objek

Posisi pengukuran diameter dalam.

Gambar 9. Pengukuran Diameter Dalam

Posisi pengukuran kedalaman.

Gambar 10. Pengukuran Kedalaman

Pembacaan Tepat Didepan Strip; Usahakan bahwa posisi kita tegak lurus terhadap Vernier Caliper. Jangan dari sisi kiri, kanan, atas maupun bawah. Tetapi tepat didepan strip.

Gunakan Oli; Setelah melakukan pengukuran bersihkan Vernier Caliper kemudian basahi dengan oli untuk mencegah karat.


Membaca Nilai Pengukuran

Karena Vernier Caliper merupakan salah satu alat ukur dengan tingkat presisi tinggi maka hasil pembacaannya pun sampai pada ketelitian tertentu. Pada contoh dibawah ini digunakan Vernier Caliper dengan tingkat ketelitian 0,05 mm. Perhatikan 2 gambar hasil pengukuran dibawah ini:

Gambar 11. Pembacaan Vernier Caliper
  • Posisi A; Nilai didepan koma dibaca dari skala utama sampai posisi “0” skala vernier atau sebelah kiri angka “0” skala vernier pada skala utama, yaitu 11 mm.
  • Posisi B; Sedangkan angka dibelakang koma diambil dari titik dimana kedua garis skala vernier dan skala utama bertemu, namun pembacaan hasilnya ada pada skala vernier, yaitu 55.
  • Hasil; Maka hasil pembacaan pada gambar atas adalah 11,55 mm.
  • Posisi C; Nilai didepan koma dibaca dari skala utama sampai posisi “0” skala vernier atau sebelah kiri angka “0” skala vernier pada skala utama, yaitu 14 mm.
  • Posisi D; Sedangkan angka dibelakang koma diambil dari titik dimana kedua garis skala vernier dan skala utama bertemu, namun pembacaan hasilnya ada pada skala vernier, yaitu 95.
  • Hasil; Maka hasil pembacaan pada gambar atas adalah 14,95 mm.

Nilai Koma

Nilai koma disesuaikan dengan tingkat ketelitian Vernier Caliper, karena nilai koma merupakan kelipatan tingkat ketelitian.

  • Ketelitian 0,05 mm; Jika menggunakan Vernier Caliper dengan tingkat ketilitan 0,05 mm maka nilai komanya adalah kelipatan 0,05, yaitu; 0,05|0,10|0,15|0,20|0,25|...|0,80|0,85|0,90|0,95. Sehingga menjadi tidak mungkin jika kita menggunakan Vernier Caliper dengan ketelitian 0,05 namun diperoleh nilai koma yang bukan termasuk kelipatan 0,05 mm. Misal hasil pembacaannya adalah 11,53 mm, nilai 0,53 bukan merupakan kelipatan 0,05 mm.
  • Ketelitian 0,02 mm; Jika menggunakan Vernier Caliper dengan tingkat ketilitan 0,02 mm maka nilai komanya adalah kelipatan 0,02, yaitu; 0,02|0,04|0,06|0,08|0,10|...|0,90|0,92|0,94|0,96|0,98. Sehingga menjadi tidak mungkin jika kita menggunakan Vernier Caliper dengan ketelitian 0,02 namun diperoleh nilai koma yang bukan termasuk kelipatan 0,02 mm. Misal hasil pembacaannya adalah 14,95 mm, nilai 0,95 bukan merupakan kelipatan 0,02 mm.

Test Pengukuran

Untuk memperlancar kemampuan anda membaca hasil pengukuran Vernier Caliper maka silahkan berlatih dengan contoh hasil pengukuran Vernier Caliper dibawah ini. Tingkat ketelitian Vernier Caliper yang digunakan adalah 0,05 mm.

Gambar 12. Test Pembacaan Hasil Pengukuran

Video Cara Membaca Jangka Sorong

Video Cara Menggunakan dan Membaca Jangka Sorong

Referensi

  • New Step 1 Training Manual, PT Toyota-Astra Motor, 1995
  • Materi Teknik Dasar Sepeda Motor Honda, Astra Honda Training Center
  • Alat-Alat Ukur Untuk Servis, Astra Honda Training Center

Artikel Terkait

Memeriksa Tutup Radiator

Tutup Radiator atau sering di sebut Radiator Cap bukanlah sekedar sebuah tutup, tapi juga memiliki peranan penting dalam sistem pendinginan mesin kendaraan. Tutup radiator berfungsi untuk mengatur tekanan dan volume air pendingin didalam radiator. Karena peranan yang penting inilah maka perlu dilakukan pemeriksaan tutup radiator secara berkala baik secara visual maupun menggunakan alat khusus (SST). Jangan pernah remehkan benda kecil ini karena bisa berakibat fatal, salah satu akibat kerusakan pada tutup radiator adalah terjadinya overheating (panas berlebihan) pada mesin, hal ini tentu akan merusak komponen-komponen mesin....

Mengenal Konstruksi Busi

Komponen kelistrikan yang termasuk dalam sistem pengapian otomotif ini memiliki peran yang sangat penting pada kendaraan baik mobil maupun sepeda motor. Komponen kecil ini sering disebut busi atau spark plug. Sempurna dan tidaknya pembakaran campuran udara dan bahan bakar pada ruang bakar salah satunya ditentukan oleh kualitas percikan bunga api pada busi. Pembakaran yang sempurna pada ruang bakar akan menghasilkan tenaga mesin yang maksimal. Kondisi busi harus selalu siap memercikan bunga api yang maksimal. Kondisi kerja yang berat harus bisa dihadapi oleh busi tanpa mengurangi kualitas percikan bunga api. Busi harus memiliki konstruksi yang handal baik dari segi material maupun fungsi. Seperti apakah konstruksi busi atau spark plug?...

Menyetel Waktu Pengapian Mesin

Pengaturan waktu pengapian yang tepat merupakan hal penting agar kinerja mesin bisa maksimal. Percikan yang terlalu cepat atau terlalu lambat dalam siklus mesin sangat mempengaruhi performa mesin, menimbulkan getaran yang berlebihan, dan bahkan merusak mesin. Waktu pengapian juga mempengaruhi umur mesin, konsumsi bahan bakar, dan tenaga mesin. mesin generasi lama yang masih menggunakan distributor masih menggunakan pemicu mekanik dengan memanfaatkan gaya inersia dan kevakuman pada manifold untuk mengatur waktu pengapian yang disesuaikan dengan putaran mesin dan beban....

MIL - DTC PGM-FI Honda

Malfunction Indicator Lamp atau disingkat MIL adalah lampu indikator dasbor yang berfungsi untuk memberitahu kepada pengguna atau mekanik tentang keadaan sepeda motor. Kedipan atau blink MIL dengan pola tertentu menunjukan kegagalan fungsi suatu input sensor dan atau suatu output aktuator. MIL merupakan bagian tak terpisahkan dari teknologi PGM-FI. Sedangkan Engine Control Module atau ECM adalah otak pengendali semua data yang masuk dari sensor, pengolah data, pengatur, hingga pengambil keputusan pada sepeda motor....

Penyebab Overheating Mesin

Panas memang dibutuhkan bagi mesin untuk menyempurnakan proses pembakaran agar menghasilkan energi yang maksimal. Namun ternyata panas yang berlebihan pada mesin justru berdampak buruk. Bisa mengakibatkan kegagalan kerja bahkan kerusakan fatal pada komponen-komponen vital. Panas berlebihan atau lebih dikenal dengan istilah Overheating menyebabkan pemuaian yang berlebihan pada komponen-komponen vital mesin, sehingga membuat celah yang terbentuk antar komponen yang bergerak menjadi sangat sempit, dalam kondisi tertentu mengakibatkan macet. Lebih parahnya lagi, komponen mesin yang mengalami overheating mengalami perubahan struktur logam, menjadi lebih rapuh dan keausan pun terjadi dengan lebih cepat. Apa saja penyebab overheating pada mesin?...

Silahkan Berkomentar