TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Teknologi dan Pendidikan

Dua kata yang jika ditukar posisinya dan dibaca sebagai satu kalimat utuh akan memiliki perbedaan makna. Jika dilihat pengertian dari kata perkata maka teknologi memiliki arti (1) metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan; (2) keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia; (Pusat Bahasa Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia:2008). Lalu apa arti pendidikan?

Pendidikan jika dalam bahasa arab disebut tarbiyah yang berasal dari kata “rabaa-yarbuu-riban wa rabwah” yang berarti “berkembang, tumbuh, dan subur”. Didalam Al-Qur’an, kata “rabwah” diartikan sebagai bukit-bukit yang tanahnya subur untuk tanam-tanaman (Lihat QS:Al-Baqarah:265). Sedangkan kata “riba” memiliki arti yang sama dengan kata “rabwah” (Lihat QS:Ar-Ruum:39). Dari arti kata tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa mendidik atau “rabba” bukanlah berarti “mengganti” (tabdiil) dan buka pula berati “merubah” (taghyiir), melainkan menumbuhkan, mengembangkan dan menyuburkan. Jika kita ambil kesimpulan dari arti kata tarbiyah maka pengertian pendidikan adalah mengkondisikan sifat-sifat dasar (fithrah) anak yang ada sejak awal penciptaanya agar dapat tumbuh subur dan berkembang dengan baik. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikeluarkan Pusat Bahasa Depdiknas tahun 2001, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan (proses, cara, pembuatan, mendidik)”.

Walaupun ada perbedaan makna antara arti pendidikan menurut Al-Qur’an dan arti pendidikan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tetapi keduanya memiliki maksud dan tujuan mulia, walaupun secara pribadi penulis lebih setuju dengan pengertian pendidikan menurut Al-Qur’an.

Dengan demikian maka kita bisa menyimpulkan bahwa teknologi pendidikan jika kita ambil dari penggabungan pengertian menurut Kamus Bahasa Indonesia dan Al-Qur’an menjadi keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan proses pengubahan sikap dan tata laku sesesorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang terstruktur secara sistematis dan berkesinambungan.

Dalam pengertian ini jelas penekanan terdapat pada penyediaan barang yang menunjang proses pendidikan itu sendiri. Jika kita jabarkan dalam kehidupan sehari-hari lebih cenderung ke sarana prasana media pembelajaran untuk melaksanakan proses pendidikan. Hal ini sangat penting jika kita mengacu pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang sangat pesat dewasa ini. Transfer ilmu yang terjadi dalam proses belajar mengajar akan semakin efektif dan efisien untuk meng-akselerasi pendidikan yang semakin urgen dalam menghadapi persaingan generasi secara global. Tetapi hal ini juga menjadi tidak berguna jika sumber daya manusia yang dimiliki tidak mampu untuk menggunakan teknologi pendidikan secara maksimal yang seharusnya digunakan untuk mempercepat proses transfer ilmu. Contoh paling sederhana adalah internet. Salah satu perusahaan BUMN mencanangkan suatu program “Internet go to School” dan memang program ini telah terlaksana walaupun tidak bisa menjangkau ke daerah yang terpencil. Tetapi mari kita lihat kelapangan dimana sekolah-sekolah yang memperoleh bantuan program tersebut ternyata membiarkan begitu saja sarana internet tanpa mampu mempergunakannya secara maksimal dalam upaya meng-akselerasi pendidikan. Ini adalah bukti nyata dilapangan dimana sumber daya manusia yang tersedia tidak mampu mempergunakan sumber daya yang ada, dan ini pula menunjukan rendahnya pendidikan teknologi pada pelaksana pendidikan disekolah.

Berbeda antara teknologi pendidikan yang lebih tertuju pada sarana dan prasarana penunjang proses pendidikan, sedang pendidikan teknologi lebih tertuju pada sumber daya manusianya dalam penguasaan teknologi yang sudah tersedia. Ada ketidakseimbangan antara teknologi pendidikan yang tersedia dengan pendidikan teknologi pelaksana pendidikan dilapangan, hal ini haruslah menjadi pemikiran bersama dalam upaya memaksimal proses transfer ilmu didunia pendidikan Indonesia. Rendahnya pengetahuan teknologi untuk penggunaan teknologi pendidikan menjadikan sarana yang tersedia menjadi sangat tidak bermanfaat bahkan menjadi pajangan semata.

Mari kita bersama-sama bangun pendidikan Indonesia dengan selalu menyeimbangkan antara kualitas guru sebagai pelaksana pendidikan dengan sarana dan prasarana media pembelajaran. Jangan sampai kejadian-kejadian yang tidak lucu seperti penggunaan internet untuk hiburan semata ada dilingkungan kita. Bagi para guru yang belum “melek” teknologi, bersemangatlah untuk belajar teknologi karena disaat terjadi keseimbangan antara teknologi pendidikan dengan pendidikan teknologi maka proses transfer ilmu bisa menjadi efektif dan efesien. Nilai akhirnya adalah tercipta generasi yang kompeten sehingga mampu bersaing menghadapi persaingan global. Insya Allah…


Artikel Terkait

Efek Negatif Jejaring Sosial bagi Siswa

Teknologi merupakan hal mubah (boleh) yang hukumnya akan menjadi halal jika dipergunakan untuk hal-hal positif dan bermanfaat namun bisa pula menjadi haram ketika teknologi tersebut dipergunakan sebagai media dalam melakukan tindakan yang melanggar aturan Islam....

Efek Positif Jejaring Sosial bagi Siswa

Dengan jejaring sosial siswa akan mampu belajar cara mengembangkan kemampuan teknis dan sosial yang dibutuhkan mereka dalam menghadapi era digital sekarang ini. Mereka akan menemukan cara beradaptasi dan bersosialisasi dengan sahabatnya di jejaring sosial, serta kemampuan memanajemen pertemanan mereka. Hal ini merupakan materi yang sulit untuk ditemukan dalam pelajaran di kelas...

Melatih Kemampuan Menulis dengan Internet

Internet merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk belajar menulis tentang hasil pengelolaan materinya. Mulailah dari materi-materi pendek dengan menuliskannya sebagai status pada situs jejaring sosial, ini bertujuan untuk memancing komentar teman-teman tentang materi dalam status yang telah dituliskan. Komentar-komentar yang ditulis oleh teman-teman dalam situs jejaring tersebut bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki kualitas tulisannya atau untuk memperluas pembahasan materi....

Bahaya Pornografi Bagi Generasi

Sebenarnya membina keimanan itu jangan menunggu anak terpapar pornografi dulu. Jangan lupa tanamkan pula di benak anak, teknologi itu penting, dan jangan sampai gaptek. Tapi anak pun harus dipahamkan bahwa teknologi seperti hp, internet itu di samping bermanfaat, ada juga mudharatnya. Jadi terangkan kepada anak dengan bijak, apa saja yang boleh dan apa saja yang tidak boleh dilakukan dengan teknologi tersebut. Anak harus bisa memelihara pandangan. Anak harus tahu hukuman dan akibat dari membuka hal tersebut. Jadi, harus dibina sebelum anak kecanduan, sebab, jika sudah kena, maka susah sekali. Karena memang mencegah lebih baik daripada mengobati....

Silahkan Berkomentar