TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Sistem Starter Motor Listrik Sepeda Motor

Untuk menghidupkan mesin sepeda motor diperlukan gerakan awal pada poros engkol (crankshaft) agar torak bergerak naik turun sehingga mesin dapat memulai siklusnya. Gerakan awal berupa putaran pada poros engkol diberikan oleh Sistem Starter atau Sistem Penggerak Mula. Sistem Starter dibedakan menurut jenis penggerak yang memulai putaran, yaitu: 1) Sistem starter mekanis; 2) Sistem starter motor listrik. Kedua sistem starter ini hampir semuanya dipasang pada berbagai jenis sepeda motor. Dari kedua sistem starter tersebut, jenis penggerak motor listrik merupakan jenis yang paling banyak digunakan oleh pengguna sepeda motor karena penggunaanya yang mudah dan ringan. Sedangkan sistem starter jenis penggerak mekanis atau sering disebut juga dengan Kick Starter lebih banyak digunakan sebagai cadangan. Kick Starter membutuhkan tenaga yang cukup besar untuk menggerakan poros engkol sehinga digunakan hanya ketika sistem starter motor listrik mengalami gangguan.

Gambar 1. Komponen Sistem Starter Motor Listrik

Ruang Lingkup

Pada artikel kali ini tidak akan dibahas lebih jauh tentang prinsip kerja sistem starter mekanis dan prinsip kerja motor listrik DC yang digunakan sebagai penggerak sistem starter motor listrik. Ruang lingkup pembahasan materi kali ini lebih terfokus pada prinsip kerja sistem starter motor listrik dari sisi wiring atau pengkabelan, dengan bahasan materi meliputi:

Petunjuk Umum Wiring

Wiring adalah teknik pengkabelan yang menghubungkan antar komponen kelistrikan untuk membentuk suatu rangkaian kelistrikan. Pada penjelasan berikut akan ditemukan gambar wiring dengan warna pengkabelan berbeda. Warna merah digunakan untuk menggambarkan kabel yang dialiri tegangan positif baterei. Sedangkan warna hitam digunakan untuk menggambarkan kabel yang terhubung dengan negatif baterei. Hati-hati dalam melihat posisi saklar atau switch baik dalam keadaan OFF (terputus) maupun ON (terhubung).

Komponen Sistem Starter Motor Listrik

Pada gambar berikutnya tertera nama dari masing-masing komponen kelistrikan yang digunakan pada sistem starter motor listrik, diantaranya:

  • Baterei adalah sumber listrik berarus DC dengan tegangan 12 Volt. Hampir semua komponen kelistrik pada sepeda motor mengambil energi listrik dari baterei. Kapasitas baterei berbeda-beda pada setiap merk dan tipe sepeda motor, yang biasanya disesuaikan dengan kapasitas mesin dan kelengkapan kelistrikan lainnya. Semakin besar energi yang dibutuhkan maka semakin besar kapasitas baterei.
  • Fuse atau Sekring adalah komponen pengaman rangkaian kelistrikan saat terjadi short circuit atau hubungan singkat. Ketika terjadi short circuit maka fuse akan memutuskan dirinya sendiri agar komponen dan kabel dalam rangkaian kelistrikan tidak terbakar atau rusak.
  • Ignition Switch atau Main Switch atau Kunci Kontak adalah sejenis saklar yang digunakan untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian kelistrikan secara keseluruhan menggunakan bantuan anak kunci yang dibuat unik. Hampir semua sistem kelistrikan pada sepeda motor akan mengambil tegangan dari baterei dengan melewati Saklar Utama ini.
  • Starter Relay atau Magnetic Switch adalah saklar dengan kemampuan daya besar untuk mengalirkan listrik dari baterei menuju ke Motor Starter yang akan terhubung (ON) dan terputus (OFF) dengan teknik picuan kemagnetan. Ada dua bagian didalam Starter Relay yaitu: Selenoid dan Kontak Besar yang dihubungkan oleh plat. Ketika sifat kemagnetan terbentuk pada selenoid maka kontak besar dalam posisi ON, jika sifat kemagnetan menghilang pada selenoid maka kontak besar dalam posisi OFF. Starter Relay menggunakan kontak saklar berukuran besar karena konsumsi daya motor listrik yang besar pula. Hal ini untuk memperlambat tingkat keausan kontak saklar akibat panas yang muncul ketika saklar mulai terhubung dan terputus serta untuk memaksimalkan energi listrik yang dialirkan menuju ke Motor Starter.
  • Starter Motor atau Motor Starter adalah motor listrik arus searah yang mengubah energi listrik baterei menjadi energi mekanik untuk menggerakan poros engkol. Motor Listrik ini membutuhkan daya yang besar sehingga kabel dan saklar yang digunakan untuk mengalirkan energi listrik juga harus yang berdaya besar agar motor listrik mampu menghasil putaran yang cepat dan kuat.
  • Starter Switch atau Saklar Starter adalah saklar khusus yang digunakan untuk mengaktifkan Starter Relay. Pada saat Starter Switch dalam posisi terhubung (ON) atau posisi ditekan maka akan terbentuk kemagnetan pada selenoid yang mampu menghubungkan saklar didalam Magnetic Switch. Pada saat Starter Switch dalam posisi terputus (OFF) maka sifat kemagnetan pada selenoid akan menghilang dan saklar didalam Magnetic Switch akan terputus. Starter Switch berperan sebagai saklar pemicu untuk mengatur pembentukan sifat kemagnetan pada selenoid didalam Starter Relay. Starter Switch ditempatkan pada area kemudi yang mudah untuk dijangkau jari tangan.

Pada saat Ignition Switch OFF

Pada saat Ignition Switch atau Kunci Kontak terputus (OFF) maka seluruh sistem kelistrikan dalam keadaan mati termasuk sistem starter.

Gambar 2. Sistem Starter saat Kunci Kontak OFF

Aliran listrik positif (Warna Merah):

  • Baterei + Fuse Ignition Switch X
  • Baterei + kontak besar Starter Relay X

Pada saat Ignition Switch ON

Pada saat Ignition Switch terhubung (ON) maka beberapa sistem kelistrikan mendapat asupan listrik dari baterei, termasuk Starter Relay.

Gambar 3. Sistem Starter saat Kunci Kontak ON

Aliran listrik positif (Warna Merah):

  • Baterei + Fuse Ignition Switch Lilitan Selenoid Starter Relay Starter Switch X
  • Baterei + Kontak Besar Starter Relay X

Lilitan selenoid pada Starter Relay juga mendapat asupan listrik dari kunci kontak namun karena Starter Switch belum terhubung ke negatif/massa baterei maka belum terbentuk sifat kemagnetan sehingga plat kontak saklar tidak tertarik dan saklar yang besar pun masih dalam keadaan terputus.

Pada saat Starter Switch ON

Pada saat Starter Switch dihubungkan (ON) maka aliran listrik dari selenoid akan diteruskan ke massa dan terbentuklah sifat kemagnetan pada selenoid.

Gambar 4. Sistem Starter Saat Saklar Starter OFF

Aliran listrik positif (Warna Merah):

  • Baterei + Fuse Ignition Switch Lilitan Selenoid Starter Relay Starter Switch Massa
  • Baterei + Kontak Besar Starter Relay Starter Motor Massa

Ada dua kejadian saat Starter Switch dalam kondisi terhubung, yaitu:

  • Terbentuknya kemagnetan pada lilitan selenoid. Sifat kemagnetan tersebut digunakan untuk menarik plat kontak besar diatasnya yang berfungsi untuk menghubungkan aliran tegangan dari baterei menuju Starter Motor. Sifat kemagnetan terbentuk karena Starter Switch pada awalnya sudah mendapat tegangan dari positif baterei dan sedang menunggu tegangan negatif atau massa baterei. Ketika Starter Switch dihubungkan, selenoid mendapat asupan tegangan positif dan negatif maka terbentuklah sifat kemagnetan pada lilitan selenoid.
  • Ketika plat kontak tertarik oleh sifat kemagnetan yang terbentuk pada selenoid maka tegangan dari positif baterei akan mengalir menuju Starter Motor. Starter Motor mendapat asupan tegangan positif dan negatif baterei maka terjadi transformasi energi listrik menjadi energi mekanik. Energi putaran yang terbentuk pada Starter Motor digunakan untuk menggerakkan poros engkol.

Beberapa saat kemudian… Brum! Brum! Brum! Bruuuuuuuuuuuummmm! Bruuuuuuuuuuuuuuuuuuuummmm! Bleph! Bleph! Bleph! Bleph! Argh! Bensin habis…!

Kesimpulan

Kenapa wiring sistem starter harus menggunakan Starter Relay atau Magnetic Switch? Starter Relay digunakan pada wiring sistem starter motor listrik karena alasan sebagai berikut:

  • Mencegah terjadinya drop (penurunan) tegangan. Dengan menggunakan Starter Relay maka jarak antara baterei dengan starter motor menjadi lebih dekat sehingga rugi tegangan akibat tahanan (resistansi) kabel akan semakin kecil.
  • Jika tidak menggunakan Relay Starter maka dibutuhkan kontak saklar berukuran besar dan hal ini tentu tidak memungkinkan untuk ditempatkan pada kemudi agar dekat dengan jari tangan.
  • Lebih hemat biaya. Motor Starter membutuhkan energi yang besar maka dibutuhkan kabel penghubung yang besar pula. Tanpa Starter Relay maka kabel yang dibutuhkan akan lebih panjang dan mahal.

Demikianlah beberapa alasan penggunaan Starter Relay dan demikian pula bahasa tentang prinsip kerja wiring sistem starter jenis motor listrik. Wiring atau pengkabelan Sistem Starter Motor Listrik yang digunakan pada artikel ini diambil dari jenis umum yang secara prinsip hampir sama pada semua merk dan type sepeda motor. Sedangkan secara spesifik yang membahas tentang fitur-fitur tambahan akan dijelaskan pada artikel terpisah. Sekian…

Referensi

  • Motorcycle Electrical Systems, American Honda Motor Co., Inc., 1977
  • Pedoman Reparasi Umum, Astra Honda Motor, 2014
  • Manual Service, Yamaha Motor Co., Ltd, 2006
  • New Step I Training Manual, Toyota Astra Motor, 1995

Artikel Terkait

Mengenal Konstruksi Busi

Komponen kelistrikan yang termasuk dalam sistem pengapian otomotif ini memiliki peran yang sangat penting pada kendaraan baik mobil maupun sepeda motor. Komponen kecil ini sering disebut busi atau spark plug. Sempurna dan tidaknya pembakaran campuran udara dan bahan bakar pada ruang bakar salah satunya ditentukan oleh kualitas percikan bunga api pada busi. Pembakaran yang sempurna pada ruang bakar akan menghasilkan tenaga mesin yang maksimal. Kondisi busi harus selalu siap memercikan bunga api yang maksimal. Kondisi kerja yang berat harus bisa dihadapi oleh busi tanpa mengurangi kualitas percikan bunga api. Busi harus memiliki konstruksi yang handal baik dari segi material maupun fungsi. Seperti apakah konstruksi busi atau spark plug?...

Menyetel Waktu Pengapian Mesin

Pengaturan waktu pengapian yang tepat merupakan hal penting agar kinerja mesin bisa maksimal. Percikan yang terlalu cepat atau terlalu lambat dalam siklus mesin sangat mempengaruhi performa mesin, menimbulkan getaran yang berlebihan, dan bahkan merusak mesin. Waktu pengapian juga mempengaruhi umur mesin, konsumsi bahan bakar, dan tenaga mesin. mesin generasi lama yang masih menggunakan distributor masih menggunakan pemicu mekanik dengan memanfaatkan gaya inersia dan kevakuman pada manifold untuk mengatur waktu pengapian yang disesuaikan dengan putaran mesin dan beban....

Penyebab Overheating Mesin

Panas memang dibutuhkan bagi mesin untuk menyempurnakan proses pembakaran agar menghasilkan energi yang maksimal. Namun ternyata panas yang berlebihan pada mesin justru berdampak buruk. Bisa mengakibatkan kegagalan kerja bahkan kerusakan fatal pada komponen-komponen vital. Panas berlebihan atau lebih dikenal dengan istilah Overheating menyebabkan pemuaian yang berlebihan pada komponen-komponen vital mesin, sehingga membuat celah yang terbentuk antar komponen yang bergerak menjadi sangat sempit, dalam kondisi tertentu mengakibatkan macet. Lebih parahnya lagi, komponen mesin yang mengalami overheating mengalami perubahan struktur logam, menjadi lebih rapuh dan keausan pun terjadi dengan lebih cepat. Apa saja penyebab overheating pada mesin?...

Memahami Dwell pada Sistem Pengapian

Dwell Angle adalah jumlah derajat poros cam distributor ketika kontak poin tertutup. Dwell Angle atau Sudut Dwell bernilai tetap pada berbagai tingkat kecepatan putaran mesin. Dwell Time adalah sejumlah waktu yang diperlukan untuk mengisi tegangan pada kumparan induktif hingga mencapai tingkat energi maksimum. Dwell Time atau waktu dwell akan bervariasi sesuai dengan perubahan putaran mesin....

Latar Belakang OBD-II

On-board diagnostic (OBD) adalah istilah dalam dunia otomotif yang menunjukan bahwa kemampuan kendaaraan untuk mendiagnosa dirinya sendiri dan kemudian melaporkan keadaannya. Sistem OBD memberikan informasi kepada pemilik kendaraan atau teknisi untuk mengakses status berbagai sub sistem dari kendaraan. Jumlah informasi diagnostik yang tersedia melalui OBD bervariasi dan berkembang sangat pesat sejak awal diperkenalkan pada tahun 1980-an dimana kendaraan pertama kali menggunakan komputer untuk memanajemen kinerja kendaraan....

Mekanisme Katup - Overhead Camshaft

Mekanisme katup sangat berpengaruh pada hasil akhir tenaga mesin. 9.000 hingga 20.000 RPM (Revolution Per Minutes) bisa dihasilkan oleh mesin dengan mekanisme katup tipe Double Overhead Camshaft atau DOHC. Hal ini membuat mekanisme katup tipe Overhead Camshaft menjadi sangat populer hingga mampu menggeser dominasi mekanisme katup Overhead Valve. Sedangkan Single Overhead Camshaft atau SOHC menjadi standar mekanisme katup untuk sepeda motor sekarang ini. ...

Mekanisme Katup - Overhead Valve

OHV atau Overhead Valve adalah salah satu mekanisme katup (valve mechanism) pada mesin yang cukup lama digunakan. Bahkan OHV merupakan mekanisme katup tertua diantara mekanisme katup yang ada sekarang ini. Ukuran yang relatif kecil membuat mekanisme katup OHV masih digunakan hingga saat ini. Namun untuk menciptakan mesin dengan RPM tinggi, dengan sangat terpaksa mekanisme katup OHV harus dihindari. Lalu apa kelebihan dan kekurangan mekanisme katup OHV?...

Memeriksa Tutup Radiator

Tutup Radiator atau sering di sebut Radiator Cap bukanlah sekedar sebuah tutup, tapi juga memiliki peranan penting dalam sistem pendinginan mesin kendaraan. Tutup radiator berfungsi untuk mengatur tekanan dan volume air pendingin didalam radiator. Karena peranan yang penting inilah maka perlu dilakukan pemeriksaan tutup radiator secara berkala baik secara visual maupun menggunakan alat khusus (SST). Jangan pernah remehkan benda kecil ini karena bisa berakibat fatal, salah satu akibat kerusakan pada tutup radiator adalah terjadinya overheating (panas berlebihan) pada mesin, hal ini tentu akan merusak komponen-komponen mesin....

MIL - DTC PGM-FI Honda

Malfunction Indicator Lamp atau disingkat MIL adalah lampu indikator dasbor yang berfungsi untuk memberitahu kepada pengguna atau mekanik tentang keadaan sepeda motor. Kedipan atau blink MIL dengan pola tertentu menunjukan kegagalan fungsi suatu input sensor dan atau suatu output aktuator. MIL merupakan bagian tak terpisahkan dari teknologi PGM-FI. Sedangkan Engine Control Module atau ECM adalah otak pengendali semua data yang masuk dari sensor, pengolah data, pengatur, hingga pengambil keputusan pada sepeda motor....

Secure Key Shutter - Kunci Magnet

Secure Key Shutter atau Kunci Magnet atau Penutup Lubang Kunci adalah teknologi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan para pemilik kendaraan dalam meningkatkan keamanan sepeda motornya. SKS mampu memperlambat pembobolan kunci utama dengan kunci T oleh para pencuri kendaraan bermotor. Secure Key Shutter cukup membantu walau hanya sekedar memperlambat, namun hal ini cukup efektif untuk menekan tingkat pencurian sepeda motor yang akhir-akhir ini cukup rawan terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Namun selalu ingat nasehat bang napi bahwa "Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya tapi karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!"...

Silahkan Berkomentar