TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Prinsip ATM Dalam Pembelajaran

Paradigma baru dunia pendidikan Indonesia telah menggeser peran guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Semula guru merupakan sumber segala informasi, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang guru berperan sebagai fasilitator, tutor dan sekaligus pembelajar. Sedangkan siswa bukan lagi pengingat fakta dan prinsip tetapi berperan sebagai periset, problem-solver, dan pembuat strategi. Sebuah studi menunjukan bahwa setelah 1982 ketika seorang anak mencapai umur 21 tahun mereka banyak sekali membuang-buang waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak penting diantaranya; 10.000 jam bermain game, 20.000 jam menonton televisi, mengirim 200.000 email, dan 10.000 jam menggunakan telepon genggam, tetapi justru hanya meluangkan waktu kurang dari 5.000 jam untuk membaca (Oblinger D, Educating the Next Generation – Educause Denver 2004. October 2004).

Amati Tiru Modifikasi dalam Pembelajaran

Prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dalam pembelajaran diharapkan mampu menggali potensi dari setiap unsur yang telibat dalam proses pendidikan secara maksimal agar mampu berkembang lebih maju dan mampu mengurangi perilaku negatif yang dapat membuang waktu. Prinsip ATM dalam pembelajaran tidak hanya berlaku untuk siswa tetapi untuk semua unsur yang terlibat dalam pendidikan terutama guru sebagai ujung tombak proses belajar mengajar.

(A) Amati

Guru dan siswa haruslah memiliki prinsip “amati” terhadap segala hal yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang sedang dipelajarinya. Hal ini untuk memupuk rasa keingintahuan terhadap sesuatu yang berhubungan dengan disiplin ilmu yang dimiliki dan dipelajarinya. Apalagi guru yang memiliki peran penting untuk membantu anak didiknya agar memiliki kemampuan pengamatan terhadap sesuatu yang berhubungan dengan suatu materi pembelajaran. Pengamatan akan menimbulkan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, hal ini akan meningkatkan minat belajar dan kemampuan untuk menemukan metode belajar yang terbaik. Rasa ingin tahu akan meningkatkan kualitas belajar seseorang dan meningkatkan kwantitas waktu belajarnya sehingga proses pembelajaran dengan sendirinya akan terjadi di dalam dan di luar kelas, di sekolah dan di lingkungannya, bahkan saat bermainpun akan digunakan sebagai salah satu cara untuk belajar.

(T) Tiru

Prinsip tiru adalah lanjutan dari prinsip amati yang lahir dari dalam diri sendiri ketika dirasa sudah memahami sesuatu dari hasil pengamatan yang dilakukan. Meniru merupakan tindakan yang kemudian dilakukan ketika seseorang telah merasa mampu secara teori maupun praktek terhadap sesuatu. Kebanggaan akan muncul ketika seseorang mampu meniru sesuatu hal yang mirip dengan aslinya, rasa bangga ini akan meningkatkan keingintahuan secara menyeluruh untuk menemukan berbagai kelemahan yang ada pada sesuatu yang telah ditirunya. Sehingga proses belajar mengajar akan terbentuk sebagai suatu kegiatan yang menyenangkan karena keinginan meniru akan menciptakan suasana yang kondusif dan aktif bagi mereka yang terlibat dalam proses pembelajaran baik guru maupun siswa.

(M) Modifikasi

Setelah melakukan pengamatan dan peniruan maka prinsip selanjutnya adalah prinsip modifikasi. Hal ini penting sebagai langkah lanjutan dalam pembelajaran, karena sebagian orang terjebak sampai pada prinsip “tiru” sehingga akan melahirkan para “pembajak”. Meniru sesuatu sesuai dengan aslinya merupakan tindakan tidak terpuji jika hal tersebut kemudian dilakukan untuk menghasilkan suatu keuntungan bagi pribadi yang meniru. Maka hindari pembelajaran terhenti sampai dengan prinsip “tiru” agar generasi kita tidak menjadi generasi pembajak. Ketika seseorang telah mampu meniru sesuatu sesuai dengan aslinya maka selanjutnya harus mampu menemukan dan memperbaiki berbagai kelemahan yang ditemukan dari sesuatu yang ditirunya dan kemudian menciptakan sesuatu yang baru sebagai hasil modifikasi (perbaikan) dengan hasil yang lebih baik (sempurna) daripada aslinya.

Anda tidak dapat mengajari orang apapun juga; anda hanya dapat membantu dirinya untuk menemukannya sendiri (Galileo Galilei). Maka dari itu prinsip ATM janganlah berlaku sepihak hanya untuk siswa tetapi semua elemen yang terlibat dalam proses pembelajaran. Integrasi prinsip ATM pada pembelajaran akan mampu menciptakan proses belajar mengajar yang menyenangkan, dinamis, aktif dan kreatif bagi mereka yang terlibat, baik didalam maupun diluar sekolah sehingga proses transfer ilmu akan berjalan dengan waktu yang relatif singkat.


Artikel Terkait

Efek Negatif Jejaring Sosial bagi Siswa

Teknologi merupakan hal mubah (boleh) yang hukumnya akan menjadi halal jika dipergunakan untuk hal-hal positif dan bermanfaat namun bisa pula menjadi haram ketika teknologi tersebut dipergunakan sebagai media dalam melakukan tindakan yang melanggar aturan Islam....

Efek Positif Jejaring Sosial bagi Siswa

Dengan jejaring sosial siswa akan mampu belajar cara mengembangkan kemampuan teknis dan sosial yang dibutuhkan mereka dalam menghadapi era digital sekarang ini. Mereka akan menemukan cara beradaptasi dan bersosialisasi dengan sahabatnya di jejaring sosial, serta kemampuan memanajemen pertemanan mereka. Hal ini merupakan materi yang sulit untuk ditemukan dalam pelajaran di kelas...

Level Riset Indonesia Rendah

Bahkan teknologi canggih yang kebetulan dikembangkan di sesama negara berkembang (South-South-Dialog), semisal dari Brazil, meski dikembangkan oleh pakar yang sempat berkarier 20 tahun di Jerman, sulit diadopsi di Indonesia. Antara lain karena selama proses tender sulit mendapatkan modal kerja dari bank setempat, meski quality - price & delivery-time-nya lebih unggul dibanding produk sejenis dari Jepang atau China....

Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar

Jadilah guru yang benar-benar profesional dengan mampu menggunakan berbagai fasilitas yang sudah tersedia seperti halnya internet sebagai sumber belajar sehingga proses transfer ilmu menjadi lebih efektif dan efesien tentunya dengan harapan tujuan mulia pendidikan akan tercapai dengan waktu relatif singkat tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal....

Mengatasi Kesulitan Belajar

Kegiatan belajar mengajar dikelas bukanlah hanya sebuah kegiatan transfer ilmu semata, tapi lebih jauh lagi dalam hal penyiapan dan pembentukan generasi yang lebih kompenten pada bidang yang pilihnya. Tentunya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dikelas tidaklah semudah dalam sinetron yang "tiba-tiba" menjadi pintar tanpa upaya maksimal baik dari guru, siswa, sekolah dan aspek lainnya yang mempengaruhi pendidikan itu sendiri....

Melatih Kemampuan Menulis dengan Internet

Internet merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk belajar menulis tentang hasil pengelolaan materinya. Mulailah dari materi-materi pendek dengan menuliskannya sebagai status pada situs jejaring sosial, ini bertujuan untuk memancing komentar teman-teman tentang materi dalam status yang telah dituliskan. Komentar-komentar yang ditulis oleh teman-teman dalam situs jejaring tersebut bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki kualitas tulisannya atau untuk memperluas pembahasan materi....

Membuat Multimedia Pembelajaran

Dewasa ini komputer sejenis desktop atau pun laptop sudah semakin banyak bertebaran dihampir setiap sekolah dan hampir setiap guru dapat mengoperasikan komputer. Media pembelajaran adalah salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan materi-materi pelajarannya dikelas dengan memanfaatkan komputer yang ada. Membuat suatu multimedia pembelajaran dibutuhkan ketekukan dan keuletan untuk meramu berbagai fasilitas yang tersedia agar lebih berdaya guna tinggi bagi siswa dan bagi keberlangsungan proses belajar mengajar. Terus mencoba, terus belajar, dan pantang menyerah merupakan modal dasar untuk mampu menciptakan multimedia pembelajaran yang bagus, tepat sasaran sesuai dengan materi yang disampaikan....

Silahkan Berkomentar