TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Pelajaran Arduino - 2 LED

Assalamu’alaikum. Pada pelajaran kali ini, kita akan belajar bagaimana mengubah tingkat cahaya LED menggunakan perubahan nilai resistor. Sekaligus melakukan sedikit modifikasi pada sketch Arduino dengan memindahkan pin output yang digunakan untuk mengedipkan LED. Namun sebaiknya terlebih dahulu membaca-baca artikel sebelumnya yang membahas Arduino, resistor, breadboard dan beberapa artikel sebelumnya, hal tersebut untuk menguatkan dasar dan pemahaman kita.

Ruang Lingkup

Dalam Pelajaran Arduino 2 akan dibahas beberapa hal, meliputi:

Komponen

  • 1 buah LED warna merah 5mm
  • 1 buah Resistor 270 Ohm
  • 1 buah Resistor 470 Ohm
  • 1 buah Resistor 2K2 Ohm
  • 1 buah Resistor 10 KOhm
  • 1 buah Breadboard kecil
  • 1 bauh Arduino Uno
  • 2 buah kabel jumper

LED

Pada umumnya LED digunakan sebagai indikator menyala yang sangat bagus. LED sangat sering digunakan karena LED membutuhkan listrik yang sangat kecil dan tersedia banyak dipasaran dalam berbagai varian, warna dan ukuran.

Pada pelajaran ini kita akan menggunakan LED yang paling banyak dan mudah ditemukan yaitu LED warna merah berukuran 5mm. 5mm menunjukan diameter tubuh LED, sedangkan LED memiliki ukuran umum lain yaitu 3mm dan ukuran terbesar adalah 10mm.

Kita tidak bisa menghubungkan secara langsung LED ke baterai atau sumber tegangan lain. Pertama, karena LED memiliki kaki positif dan kaki negatif yang tidak akan menyala jika tertukar saat pemasangan. Kedua, karena LED harus menggunakan resistor untuk membatasi atau menahan sejumlah arus yang mengalir langsung ke LED, jika tidak demikian maka LED akan terbakar.

Gambar 1. Menentukan Kaki LED

Jika tidak menggunakan resistor maka LED akan mengalami kerusakan atau terbakar, hal ini karena terlalu banyak arus yang mengalir langsung ke LED, panas yang terjadi pada inti LED akan merusak ‘junction’ atau titik persimpangan dimana cahaya dihasilkan. Ada dua cara untuk mengetahui yang maka kaki LED positif dan yang mana kaki LED negatif.

Kaki LED positif memiliki kaki yang lebih panjang di banding kaki negatif

Kaki LED negatif dapat dilihat dari tubuh/kepala LED, yaitu bagian sisinya dibuat flat

Tetapi, jika ditemukan LED dengan bagian tubuhnya tidak dibuat flat, maka acuan kita ada pada panjang kaki LED. Ingat bahwa kaki LED yang panjang adalah terminal positif.

Resistor

Pada artikel sebelumnya telah dibahas secara detail tentang resistor. Jika ingin detail memahami tentang resistor, silahkan baca artikel tentang resistor.

Sesuai dengan namanya, resistor diambil dari suku kata resist dalam bahasa Inggris, yang berarti menahan, menghambat, melawan atau menantang jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia. Resistor berfungsi untuk menghambat aliran listrik. Nilai resistor yang lebih tinggi maka tinggi pula hambatannya, maka semakin sedikit arus yang akan keluar setelah resistor. Kita akan menggunakan resistor untuk mengontrol berapa banyak listrik yang akan mengalir menuju ke LED, hal ini tentunya akan mempengaruhi seberapa terang cahaya yang dihasilkan oleh LED.

Tapi sebelumnya, akan dibahas sedikit tentang resistor. Unit untuk menunjukan hambatan dinyatakan dalam satuan Ohm, yang mana sering disingkat dengan simbol Ω yang merupakan huruf Yunani yaitu Omega. Sebab Ohm adalah nilai terendah dari tahanan (walau pun sebenarnya ada satuan terkecil dibawahnya, namun ini yang paling umum). Selain itu, biasanya nilai resitor dinyatakan dalam kΩ (1000 Ω) dan MΩ (1.000.000 Ω). Keduanya biasa disebut kilo-ohm dan mega-ohm.

Gambar 2. Resistor 270Ω, 470Ω, 2,2kΩ dan 10kΩ

Pada materi ini, kita akan menggunakan 4 buah resistor dengan nilai tahanan 270Ω, 470Ω, 2,2kΩ dan 10kΩ. Semua resistor ini sepintas tampak sama, kecuali ada perbedaan warna pita ditubuh resistor. Pita warna tersebut menunjukan nilai tahanan dari resistor tersebut. Pada umumnya pita pada tubuh resistor terdiri dari 4 strip pita. 3 strip pita posisinya diujung dan saling berdekatan, dan 1 strip pita yang umumnya berwarna emas atau perak posisinya lebih jauh dan ada di ujung lainnya resistor.

Strip pita warna yang ada ditubuh resistor, merupakan ketentuan internasional dengan pengkodean sebagai berikut:

Gambar 3. Tabel Warna Resistor

2 strip pertama adalah nilai 2 digit pertama, jika merah kemudian ungu maka berarti 2 dan 7, atau ditulis 27 (dua tujuh) dan bukan dua puluh tujuh, karena harus digabung dulu dengan strip ketiga. Strip berikutnya yaitu strip ke-tiga yang menunjukan jumlah nol. Jumlah nol ini diletakan setelah dua digit pertama, jika strip yang ke-tiga berwarna cokelat, berarti jumlah nol-nya ada 1, kemudian nilai warna strip tersebut digabungkan sehinnga menjadi 270 yang berarti nilai tahanan dari resistor tersebut adalah 270Ω. Resistor dengan warna strip cokelat, hitam, oranye dibaca 10 dan 3 nol, menjadi 10.000 Ω atau sering ditulis 10 kΩ. Tidak seperti LED, resistor tidak memiliki terminal positif dan negatif. Artinya kita bebas untuk menghubungkan resistor kedalam rangkaian.

Tata Letak diatas Breadboard

Sebelum panjang lebar mempelajari artikel ini, ada baiknya sudah memahami tentang Breadboard, karena selanjutnya artikel akan membahas rangkaian yang terpasang pada Breadboard. Silahkan baca artikel yang pernah dibahas sebelumnya tentang Breadboard.

Rangkaikan komponen elektronika seperti dibawah ini:

Gambar 4. Rangkaian LED, Resistor pada Breadboard

Arduino menggunakan dan memiliki tegangan sumber sebesar 5 Volt, hal ini akan kita manfaatkan untuk memberi tegangan pada LED dan resistor. Kita tidak perlu melakukan apapun pada papan Arduino, cukup dengan menghubungkan Arduino ke komputer dengan kabel USB.

Dengan menggunakan resistor 270Ω, LED akan menyala dengan sangat terang. Jika kita mengganti resistor 270Ω dengan 470Ω, LED akan menjadi sedikit reput. Ganti lagi resistor dengan 2,2kΩ maka LED akan menyala dengan sangat redup. Terakhir, ganti resistor dengan 10 kΩ, maka cahaya LED hampir tidak tampak. Cabut kabel jumper berwarna merah dan sentuhkan pada lubang breadboard kemudian cabut lagi, maka hal seperti itu seperti layaknya membuat saklar. Kita bisa berimprovisasi dengan menghubungkan 4 ujung resistor pada satu jalur di breadboard dan ujung lainnya pada jalur lain, kemudian pasang LED pada ujung resistor yang menjadi satu pada breadboard. Sentuh ujung-ujung resistor pada jalur lainnya dengan kabel jumper untuk melihat perubahan intensitas cahaya yang dihasilkan LED.

Memindahkah Resistor

Sebelumnya, kita hubungkan sumber tegangan 5 Volt pada salah satu kaki resistor, kaki resistor yang lainnya dihubungkan dengan sisi positif LED dan sisi negatif LED dihubungkan dengan GND (Ground). Walaupun, jika kita pindahkan resistor sehingga ditempatkan setelah LED maka LED akan tetap menyala.

Gambar 5. Memidahkan Posisi Resistor

Kembalikan posisi resistor 270Ω pada tempatnya semula. Sebenarnya tidak menjadi masalah seandainya kita tempat resistor dimana pun, mau sebelum atau sesudah LED maka LED akan tetap menyala, asalkan jangan diluar jalur saja.

Kedipkan LED

Dengan sedikit modifikasi pada breadboard, kita coba pindahkan salah satu kaki LED ke pin Arduino. Pindahkan kabel jumper warna merah yang berasal dari pin 5V arduino ke pin D13, seperti gambar dibawah ini:

Gambar 6. Rangkaian Blink LED dari Pin D13

Sekarang muat ulang sketch ‘Blink’ yang pernah dipelajari pada Pelajaran Arduino 1 tentang Blink dan upload ke papan Arduino. Lihat bahwa LED L dan rangkaian LED yang dibuat pada breadboard akan sama-sama berkedip.

Gambar 7. Rangkaian Blink LED dari Pin D7

Kita coba menggunakan pin Arduino yang lainnya yaitu pin D7 (tertulis angka 7 pada papan Arduino). Pindahkan kabel jumper warna merah dari pin D13 ke pin D7 dan lakukan modifikasi pada sketch ‘Blink’ menjadi seperti dibawah ini:

Gambar 8. Modifikasi Sketch MyBlink

Upload sketch yang sudah dimodifikasi ke papan Arduiono dan perhatikan bahwa LED masih berkedip, hanya saja kali ini kedipan berasal dari pin D7. Perhatikan LED L, kali ini sudah tidak berkedip lagi.

int led = 7;
void setup() {
 pinMode(led, OUTPUT);
}

void loop() {
 digitalWrite(led, HIGH);
 delay(1000);
 digitalWrite(led, LOW);
 delay(1000);
}

Demikian pelajaran Arduino kali ini, kita akan bahas materi berikut, masih tentang LED, namun tentang bagaimana mengendalikan LED melalui Arduino. Sampai ketemu artikel berikutnya… Wassalamu’alaikum


Artikel Terkait

Pelajaran Arduino - 1 Blink

Pelajaran Arduino 1 Blink. Kita akan belajar bagaimana mem-program Arduino untuk membuat LED yang terpasang pada Arduino melakukan "Blink" atau "Kedipan". Di dunia elektronika untuk mengucapkan salam sebelum masuk dan belajar lebih jauh tentang elektronika, maka biasanya para pakar elektronika mengarahkan kita untuk menciptakan "Blink". Membuat "Blink" seperti ini menjadi hal yang sangat lumrah didunia elektronika, terutama bagi mereka yang baru saja mengenal dunianya elektron dan saklar. ...

Mengenal Resistor

Resistor adalah komponen elektronik yang spesifik, hambatan listrik yang tidak berubah. Resistansi resistor membatasi aliran elektron yang mengalir didalam sirkuit. Resistor merupakan komponen fasif yang berarti bahwa resistor hanya mengkonsumsi daya dan tidak dapat menghasilkannya. Resistor biasanya ditambahkan ke dalam sirkuit untuk melengkapi komponen aktif seperti halnya op-amp, mikrokontroler, dan sirkuit terpadu (IC) lainnya....

Menggunakan Breadboard

Breadboard adalah salah satu bagian yang paling mendasar ketika belajar bagaimana membuat sirkuit dalam elektronika. Dalam tutorial ini, kita akan belajar tentang apa breadboard, mengapa disebut breadboard, dan bagaimana menggunakan breadboard untuk prototyping. Setelah selesai membaca artikel ini maka harapan penulis, para pembaca memiliki pemahaman dasar tentang bagaimana bekerja dengan breadboard dan mampu membangun sirkuit dasar pada breadboard....

Apa itu Arduino?

Arduino adalah pengendali mikro (mikrokontroler) papan tunggal yang bersifat open-source (sumber terbuka), diturunkan dan dikembangkan dari platform Wiring, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya menggunakan prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri dengan antar-muka diambil dari Processing....

Mengenal Mikrokontroler

Memang cukup membingungkan ketika mendengar istilah Mikrokontroler dan Mikroprosesor. Bagi para pengguna yang masih awam kedua istilah diatas dianggap sama, bahkan ada yang menganggap hanya beda istilah saja. Anggapan tersebut tidak salah 100% namun juga tidak benar 100%. Mikrokontroler dan Mikroprosesor adalah dua benda yang beda target penggunaan, beda kelengkapan fungsinya dan beda perusahaan yang awal menciptakan, namun berangkat dari ide yang sama, arsitektur yang sama, bahkan dari tahun lahir yang hampir sama pula. Lalu apa sebenarnya Mikrokontroler dan Mikroprosesor?...

Memilih Arduino Uno Untuk Pemula

Arduino Uno Original, Arduino Compatible dan Arduino Clone menjadi sangat membingungkan bagi para pemula yang hendak belajar tentang pemrograman Arduino. Arikel ini membahas tips dan trik menentukan pilihan papan Arduino Uno yang tepat terutama bagi pemula. Tepat sesuai dengan tujuan penggunaan dan tepat sesuai dengan dana yang dimiliki oleh penggunanya. Informasi tentang jenis-jenis Arduino yang ada dipasaran Indonesia tidak terlalu jelas, bahkan beberapa penjual Arduino sengaja tidak memberikan informasi detail tentang Arduino Uno yang dijualnya....

Memahami Pull-up Resistor

Pull-up Resistor sangat umum digunakan pada mikrokontroler (MCU) atau pada perangkat logika digital (digital logic device). Artikel kali ini akan membahas kapan dan dimana harus menggunakan pull-up resistor, melakukan perhitungan sederhana dan menunjukan mengapa pull-up resistor itu penting....

Mengenal Arduino Uno

Arduino Uno adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega328. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input/output, dimana 6 pin digunakan sebagai output PWM, 6 pin input analog, 16 MHz resonator keramik, koneksi USB, jack catu daya eksternal, header ICSP, dan tombol reset. Sebuah ATmega16U2 yang terdapat pada papan digunakan sebagai media komunikasi serial melalui USB dan muncul pada hardware komputer sebagai COM Port Virtual untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak pada komputer. Firmware 16U2 menggunakan driver standar USB COM, sehingga tidak membutuhkan driver eksternal....

Mengenal Arduino Pro Mini

Satu lagi anggota keluarga Arduino yang cukup populer, yaitu Arduino Pro Mini. Merupakan keluarga Arduino yang murah, sederhana dan ukurannya yang kecil membuat popularitas Arduino Pro Mini hampir mengalahkan Arduino Uno. Selain itu, Arduino Pro Mini hadir dalam 2 versi yaitu versi 3,3 Volt 8 Mhz dan versi 5 Volt 16 MHz yang membuatnya mudah untuk dipilih sesuai kebutuhan. Dimensi yang kecil membuat Arduino Pro Mini bisa langsung ditanamkan pada proyek-proyek robotika. Kelemahan Arduino Pro Mini adalah tidak ditanamkannya USB Adapter pada papan sehingga para pengguna harus menyediakan sendiri USB Adapter terpisah....

Mengenal Arduino Nano

Papan pengembangan elektronika mikrokontroler yang diberi nama Arduino ini memiliki banyak sekali turunannya. Baik itu yang diturunkan langsung dari pihak Arduino sendiri atau pihak ketiga yang ikut mengembangkan papan Arduino. Hal ini karena Arduino bersifat Open Source Hardware (OSH), karena sifatnya yang terbuka ini maka membuat para pengembang tidak perlu takut dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Siapapun dapat membangun papan Arduino dengan versi sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan sendiri atau bahkan disesuaikan dengan dana yang dimiliki, namun tetap bekerja normal layaknya papan Arduino aslinya. Salah satu papan Arduino yang dikembangkan pihak ke tiga dan dapat diterima oleh pasar dengan baik adalah Arduino Nano. Seperti apa Arduino Nano?...

Mengenal Arduino Mega2560

Arduino Mega2560 adalah papan mikrokontroler berbasiskan ATmega2560 (datasheet ATmega2560). Arduino Mega2560 memiliki 54 pin digital input/output, dimana 15 pin dapat digunakan sebagai output PWM, 16 pin sebagai input analog, dan 4 pin sebagai UART (port serial hardware), 16 MHz kristal osilator, koneksi USB, jack power, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. ...

Mengenal Arduino Leonardo

Arduino Leonardo adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega32u4. Arduino Leonardo memiliki 20 digital pin input/output (yang mana 7 pin dapat digunakan sebagai output PWM dan 12 pin sebagai input analog), 16 MHz kristal osilator, koneksi micro USB, jack power suplai tegangan, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer melalui kabel USB atau power dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk mulai mengaktifkannya....

Silahkan Berkomentar