TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Minum Berdiri Ancam Liver dan Ginjal

Kadang kita tidak sadar atau kurang cermat menyaksikan tayangan iklan minuman di televisi, para bintang iklan berakting minum sambil berdiri dan sebagiannya minum dengan tangan kiri. Hampir setiap saat iklan atau contoh cara minum demikian disaksikan anggota keluarga kita. Padahal minum berdiri yang dilakukan terus menerus membahayakan kesehatan terutama liver dan ginjal. Disisi lain, mungkin kita pernah menuang air dalam tabung atau pipa yang berdiri tegak lurus? Tentunya menuang dengan cara tersebut akan memberikan tekanan keras ke dasar tabung/pipa. Berbeda bika kita menuang ke dalam tabung yang berliku-liku? Tentunya perjalanan air lebih lambat. Bisa juga mengambil contoh seluncur yang lurus, hantamanannya ke air berbeda dengan mereka yang terjun diatas papan seluncur yang berkelok-kelok? Setidaknya hal ini merupakan salah satu contoh proses masuknya air ke tubuh, beda antara minum sambil berdiri dengan minum sambil duduk.

Menurut ulama kedokteran Islam, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, minum sambil berdiri bisa menimbulkan banyak bahaya, diantaranya air yang diminum tidak mengalir secara optimal, tidak bisa bertahan di dalam lambung (maiddah) dengan tenang lalu disirkulasikan oleh liver ke seluruh organ tubuh. Adapun minum sambil berdiri, air akan terjun langsung ke lambung, dikhawatirkan akan terjadi konfrontasi (pertempuran) dengan suhu panas didalm perut dan mengganggu proses pembakaran. Selain itu minum sambil berdiri membuat air terlalu cepat mengalir ke bagian bawah tubuh, dan hal itu bisa membahayakan. Namun bila itu dilakukan sesekali karena suatu kebutuhan tidaklah berbahaya.

Sementara Imam Al-Baihaqi, Abdullah bin Al-Mubarak meriwayatkan sebuah hadits Rasulullah yang berbunyi “Kalau salah seorang diantara kalian minum, hendaknya ia meneguknya seperti orang menghisap, bukan seperti orang menuang air. Penyakit liver diantaranya karena minum seperti itu”.

Selain bahaya dari minum berdiri, minum dengan cara meneguk seperti menuang sekaligus bisa berdampak menggempur hati dan bisa menyebabkan sakit, termasuk hepatitis (kubaad) sekaligus memperlemah suhu panas alami tubuh. Kalau air turun secara bertahap, konforntasi di lambung tidak terjadi dan tidak memperlemah liver. Contohnya, seperti menyiram panci pada dengan air dingin, pasti akan terjadi letupan kecil. Namun bila disiram sedikit demi sedikit tidak berbahaya.

Alhasil, minum sambil berdiri apalagi dengan cara menuang membuat air lebih cepat sampai ke ginjal dan tak sempat disaring dan tidak terdistribusi dengan baik, bahkan cairan segar itu bisa lebih cepat terbuang. Padahal tubuh kita mengandung sekitar 70 persen cairan dan sangat membutuhkan air. Bayangkan bahwa tulang kita mengandung air sampai 40 persen, darah juga demikian. Bila air yang kita minum terlalu cepat terbuang, maka tubuh terancam kekurangan air (dehidrasi), yang otomatis kerja liver menjadi berat dan tersiksa. Padahal liver harus selalu tampil segar, mengingat begitu banyaknya beban tanggung jawab dan tugas yang diembannya dari Allah SWT.

Dalam hadits lain Rasulullah menyatakan “Apabila salah seorang diantara kalian minum, janganlah ia bernafas didalam air, tetapi hendaknya dijauhkan dulu cangkir minumnya dari mulutnya” (HR Bukhari - Muslim).

Imam Muslim juga meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik yang menceritakan bahwa Rasulullah biasa bernafas tiga kali saat minum air sambil berkata “Cara itu lebih memuaskan, lebih enak dan lebih sehat”. Menurut Ibnu Qayyim, cara minum seperti itu mengandung banyak hikmah. Arti lebih memuaskan yakni lebih mengenyangkan, lebih memenuhi selera dan lebih bermanfaat. Arti lebih sehat, yakni dapat menyembuhkan ‘sakit dahaga’, karena air tersebut turun ke lambung beberapa kali. Siraman kedua bisa menutupi yang awal, dan siraman ketiga lebih menyempurnakan. Cara itu lebih selamat untuk menghadapi suhu panas lambung. Disamping juga lebih aman agar lambung tidak terserang hawa dingin dengan sekaligus dalam satu waktu.

Rasulullah bersabda “Janganlah kalian minum sekalgus seperti seekor unta, akan tetapi minumlah dua atau tiga kali teguk. Sebutlah nama Allah selesai kalian minum” (HR At-Tirmidzi)

Secara anatomis didalam tubuh kita ada semacam saringan bernama sfringter yang hanya terbuka bila seseorang munum dalam keadaan duduk. Namun bila minum berdiri, air akan langsung ke kandung kemih tanpa disaring dan limbahnya bisa mengendap di kandung kemih dan menimbulkan keluhan yang saat ini dikenal penyakit kristal ginjal. Minum dan makan dengan duduk membuat apa yang ditelah seseorang berjalan pada dinding usus dengan perlahan dan lambat. Sedangkan minum berdiri menyebabkan cairan jatuh dan menabrak dengan keras ke dasar usus yang menyebabkan gangguan pencernaan serta organ lainnya, termasuk liver.

“Janganlah kalian minum sambil berdiri! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkannya!” (HR. Muslim) Wallahu A’lam.

(Sumber: Tabloid Bekam, Halaman 14, Edisi 12/TH. III/2012)


Artikel Terkait

Begadang Liver Meradang

Allah menegaskan tentang pentingnya tidur diwaktu malam dalam Surat An-Naml ayat 86 yang artinya "Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman."...

Tato Alis Picu Hepatitis

Sikap congkak manusia dengan melanggar pelarangan tato ini pada akhirnya akan menuai bala dan bencana, diantaranya adalah para pemilik tato mengalami gangguan liver yakni hepatitis, maupun beresiko tertular penyakit berbahaya lainnya seperti HIV/AIDS melalui penggunaan jarum tato. Bahkan tato dianggap sebagai distributor berbagai penyakit berbahaya dan mematikan termasuk sefilis, tetanus, tuberkulosis dan penyakit darah lainnya....

Silahkan Berkomentar