TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Menonaktifkan Driver Signature Windows 10 x64

Windows 10 dan 8 versi 64-bit memasukan fitur “Driver Signature Enforcement” atau “pengesahan tanda tangan” pada driver (penggerak perangkat keras). Windows hanya akan memuat driver yang telah ditandatangani oleh pihak Microsoft. Jika akan menginstal driver yang tidak resmi, driver lama yang tidak ditandatangani, atau driver yang dikembangkan sendiri, maka fitur pengesahan tanda tangan ini harus di nonaktifkan.

Dengan Update ulang pada Windows 10, pihak Microsoft memperkuat cengkramannya terhadap tingkat keamanan sistem operasi mereka. Tapi kita sebenarnya masih bisa menghindari persyaratan pengesahan driver (driver-signing) dengan cara menonaktifkan Secure Boot (Boot yang terjamin Keamanannya).


Driver Signature Enforcement - Fitur Keamanan

Sebelum memulai, ingatlah bahwa Microsoft bukan hanya sedang berusaha menciptakan kehidupan Anda semakin sulit disini. Persyaratan bahwa driver yang telah syah (Driver Signature Enforcement) juga memaksa pihak perusahaan untuk mengirimkan driver mereka ke Microsoft, agar setelah Microsoft melakukan penelitian spesifik terhadap suatu driver, barulah driver yang telah ditandatangani tersebut akan dimuat ke dalam kernel Windows. Tujuannya adalah untuk mencegah malware menggali jalan masuk ke kernel Windows. Jika malware menemukan jalan masuk maka sistem operasi dalam keadaan gawat darurat.

Nonaktifkan fitur Driver-Signing maka kita akan dapat menginstal driver yang tidak ditandatangani secara resmi oleh pihak Microsoft. Yakinlah dengan apa yang akan anda lakukan dengan komputer Anda! Karena seharusnya kita hanya menginstal driver yang sudah dipercaya.


Metode 1 : Menggunakan Command Prompt

Windows menyediakan fitur “Test Mode” atau “Test Signing” atau dalam bahasa Indonesia diartikan “Mode Uji”. Aktifkan saja fitur mode ini maka “Driver Signature Enforcement” tidak akan diaktifkan hingga Windows keluar dari Mode Uji. Ketika Windows masuk ke Mode Uji maka informasi “Test Mode” dan beberapa informasi sistem operasi akan tampil di pojok kanan bawah desktop, tepat diatas informasi jam. Informasi ini untuk memberitahu pengguna bahwa Windows sedang masuk ke mode uji.

Untuk mengaktifkan mode uji kita harus mengetikan perintah “Boot Configuration Data” atau disingkat BCD melalui Command Prompt Administrator. Untuk menjalankan Command Prompt Administrator bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu: Klik Kanan pada tombol Start atau tekan kombinasi tombol keyboard Windows + X kemudian pilih menu “Command Prompt (Admin)”

Gambar 1. Menu Command Prompt (Admin)

Jendela Command Prompt akan tampil, ketikan perintah dibawah ini kemudian tekan tombol Enter

bcdedit /set testsigning on
Gambar 2. Test Mode On

Restart komputer untuk memasuki mode uji. Setelah komputer di Restart, perhatikan informasi di pojok kanan bawah desktop tepat diatas jam, ada informasi tentang “Test Mode”.

Gambar 3. Masuk Mode Uji

Saat mode uji seperti ini, kita bebas memasang driver apapun yang belum ditandatangani oleh pihak Microsoft termasuk driver lawas saat kernel Windows belum disertakan fitur Driver Signature Enforcement.

Untuk meninggalkan mode uji, bukan jendela “Command Prompt (Admin)” sekali lagi, kemudian ketika perintah dibawah ini

bcdedit /set testsigning off

Gambar 4. Meninggalkan Mode Uji

Jika berhasil mematikan mode uji, maka jendela Command Prompt akan menampilkan informasi seperti diatas. Restart komputer dan pastikan bahwa tanda air yang berada di pojok kanan bawah dekstop telah menghilang. Berarti kita sudah masuk ke mode normal.


Metode 2 : Menggunakan Pilihan Boot Lanjutan

Selain metode 1 diatas, kita bisa memanfaatkan fitur Advanced Boot Option (Pilihan Boot Lanjutan) pada Windows 10 untuk menonaktifkan fitur Driver Signature Enforcement. Cara seperti ini bukanlah konfigurasi yang permanen. Ketika kita melakukan restart pada Windows, maka fitur Driver Signature Enforcement akan diaktikan ulang, kecuali jika kita melakukan Advanced Boot Option lagi.

Untuk membuka menu opsi booting lanjutan pada Windows 8 atau 10, ikuti langkah berikut.

Langkah 1. Tekan tombol Shift saat Anda mengeklik pilihan “Restart” di Windows. Komputer akan melakukan restart dan masuk ke menu.

Gambar 5. Masuk ke menu melalui Shift + Restart

Langkah 2. Pilih dan klik kotak menu “Troubleshoot” pada layar “Choose an option”.

Gambar 6. Menu Troubleshoot

Langkah 3. Pilih dan klik kotak menu “Advanced Option”

Gambar 7. Menu Advanced Option

Langkah 4. Pilih dan klik kotak menu “Startup Settings”.

Gambar 8. Menu Startup Settings

Langkah 5. Klik tombol “Restart” untuk me-restart komputer dan memasuki layar “Startup Settings”.

Gambar 9. Layar Startup Settings

Langkah 6. Ketik tombol “7” atau tombol “F7” di layar Startup Settings untuk mengaktifkan opsi “Disable driver signature enforcement”.

Gambar 10. Layar Pilihan Startup Settings

Setelah itu komputer akan menjalankan boot dengan fitur pengesahan tanda tangan driver yang dinonaktifkan dan kita dapat menginstal driver yang tidak ditandatangani atau belum disyahkan oleh Microsoft. Namun, pada saat komputer di-restart, fitur “Driver Signature Enforcement” tersebut akan dinonaktifkan, kecuali jika kita menjalankan menu ini lagi. Sekarang, silahkan anda menginstal driver yang belum secara resmi ditandatangani oleh Microsoft. Semoga berhasil…


Pranala Luar


Artikel Terkait

Membuang Notifikasi Get Windows 10

GWX atau Get Windows X adalah sebuah cara pemasaran yang dilakukan pihak Microsoft untuk memperkenalkan sistem operasi Windows yang terbaru yaitu Windows 10. Namun cara yang digunakannya tidak seperti biasanya. Pihak Microsoft menanamkan perangkat lunak GWX kedalam sistem operasi lama melalui jalur Windows Update. GWX memberikan informasi kepada para pengguna Windows dengan mamaksakan sebuah notifikasi yang menampilkan slide informasi tentang Windows 10. Sebagian pihak menyebut Microsoft tidak transparan dengan menanamkan malware sebagai teknik pemasarannya....

WLAN Qualcomm Atheros Error di Windows 10

Hai, saya telah menginstall Windows 10 dan ada beberapa masalah dengan perangkat wireless. Saya sudah mengunduh berbagai update driver dan tetap saja bermasalah, adakah yang bisa membantu saya? Nama perangkat wireless-nya Realtek RTL8192DE Wireless LAN 802.11n PCI-E NIC MAC1. Di Device Manager dapat ditampilkan, tetapi adapter wireless tidak bisa bekerja. Driver telah diinstall dengan beberapa vendor tapi tetap saja bermasalah. Windows 10 mendeteksi sebagai Realtek Wireless LAN RTL8192DE 802.11N PCI-E NIC MAC1, tapi adapter Wireless LAN saya adalah Atheros AR8131 PCI-E, apakah ada yang bisa membantu?...

Solusi avrdude stk500_getsync() pada Arduino

Artikel sebelumnya telah membahas permasalahan dan solusi pada Arduino. Pembahasan artikel tersebut mengarah pada kesalahan penulisan kode. Artikel kali ini membahas permasalahan umum yang sering muncul pada Arduino. Namun permasalahan kali ini mengarah pada kesalahan komunikasi antara Komputer dengan Arduino. Kesalahan komunikasi atau Upload error tidaklah serumit kesalahan kode, namun karena sifatnya yang mengarah ke fisik, biasanya mengarah ke papan Arduino. Dan dalam kasus yang fatal, Mikrokontroller harus diganti. Jika anda menemukan masalah seperti ini, jangan langsung mengambil kesimpulan terparah, pelajari dulu masalah yang menyebabkan kesalahan komunikasi tersebut. Artikel kali ini memaparkan permasalahan yang terjadi dan solusinya jika terjadi kesalahan avrdude: stk500_getsync(): not in sync: resp=0x00....

Mengenal Arduino Uno

Arduino Uno adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega328. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input/output, dimana 6 pin digunakan sebagai output PWM, 6 pin input analog, 16 MHz resonator keramik, koneksi USB, jack catu daya eksternal, header ICSP, dan tombol reset. Sebuah ATmega16U2 yang terdapat pada papan digunakan sebagai media komunikasi serial melalui USB dan muncul pada hardware komputer sebagai COM Port Virtual untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak pada komputer. Firmware 16U2 menggunakan driver standar USB COM, sehingga tidak membutuhkan driver eksternal....

Apa itu Arduino?

Arduino adalah pengendali mikro (mikrokontroler) papan tunggal yang bersifat open-source (sumber terbuka), diturunkan dan dikembangkan dari platform Wiring, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai bidang. Hardwarenya menggunakan prosesor Atmel AVR dan softwarenya memiliki bahasa pemrograman sendiri dengan antar-muka diambil dari Processing....

Memilih Arduino Uno Untuk Pemula

Arduino Uno Original, Arduino Compatible dan Arduino Clone menjadi sangat membingungkan bagi para pemula yang hendak belajar tentang pemrograman Arduino. Arikel ini membahas tips dan trik menentukan pilihan papan Arduino Uno yang tepat terutama bagi pemula. Tepat sesuai dengan tujuan penggunaan dan tepat sesuai dengan dana yang dimiliki oleh penggunanya. Informasi tentang jenis-jenis Arduino yang ada dipasaran Indonesia tidak terlalu jelas, bahkan beberapa penjual Arduino sengaja tidak memberikan informasi detail tentang Arduino Uno yang dijualnya....

Mengenal Mikrokontroler

Memang cukup membingungkan ketika mendengar istilah Mikrokontroler dan Mikroprosesor. Bagi para pengguna yang masih awam kedua istilah diatas dianggap sama, bahkan ada yang menganggap hanya beda istilah saja. Anggapan tersebut tidak salah 100% namun juga tidak benar 100%. Mikrokontroler dan Mikroprosesor adalah dua benda yang beda target penggunaan, beda kelengkapan fungsinya dan beda perusahaan yang awal menciptakan, namun berangkat dari ide yang sama, arsitektur yang sama, bahkan dari tahun lahir yang hampir sama pula. Lalu apa sebenarnya Mikrokontroler dan Mikroprosesor?...

Menggunakan Breadboard

Breadboard adalah salah satu bagian yang paling mendasar ketika belajar bagaimana membuat sirkuit dalam elektronika. Dalam tutorial ini, kita akan belajar tentang apa breadboard, mengapa disebut breadboard, dan bagaimana menggunakan breadboard untuk prototyping. Setelah selesai membaca artikel ini maka harapan penulis, para pembaca memiliki pemahaman dasar tentang bagaimana bekerja dengan breadboard dan mampu membangun sirkuit dasar pada breadboard....

Silahkan Berkomentar