TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Mengenal Sedotan (Drinking Straw)

Kita sering mengenalnya sebagai sedotan, dalam bahasa Inggris di kenal dengan nama drinking straw atau straw saja yang berarti sedotan atau jerami. Sedotan minuman adalah tabung pendek yang digunakan untuk mentransfer minuman dari wadah ke mulut peminumnya dengan cara dihisap. Sedotan di buat dari sebuah tabung tipis berbahan plastik (seperti polypropylene dan polystyrene) atau yang lainnya, lurus atau bengkok seperti engsel akordeon yang bisa bergerak bebas, satu ujung diletakan pada mulut dan ujung lainnya diletakan kedalam minuman. Aksi otot pipi dan saluran pernapasan mengurangi tekanan udara didalam mulut, lalu tekanan atmosfir udara yang lebih rendah di dalam mulut akan menarik minuman dari wadahnya menuju ke mulut melalui sedotan.

Mengenal Sedotan

Ruang Lingkup

Artikel kali ini akan membahas sedikit tentang sejarah panjang sedotan atau straw dalam bahasa inggris, yaitu meliputi:

Sejarah Sedotan

Tidak ada yang tahu pasti kapan ide sedotan ini pertama kali ditemukan namun demikian para sejarawan yakin bahwa sedotan sudah berumur sangat tua. Sedotan yang pertama kali di kenal adalah sedotan yang dibuat oleh bangsa Sumeria hal ini sesuai dengan penemuan sedotan pada sebuah makan Sumeria 3.000 Sebelum Masehi. Sedotan yang ditemukan ini terbuat dari tabung berbahan emas dan batu mulia (batu biru lapis lazuli). Konon sedotan ini digunakan untuk minum bir, hal ini mungkin untuk mengindari terbawanya bahan fermentasi yang tenggelam didasar gelas. Di Argentina dan beberapa negara disekitarnya juga sudah menggunakan sedotan selama ribuan tahun yang terbuat dari bahan logam dan di kenal dengan sebutan bombilla yang digunakan sebagai saringan saat meminum teh.

Gambar 1. Bangsa Sumeri 3000 Tahun SM

Sejarah Sedotan Modern

Pada tahun 1800-an sedotan rumput rye (ryegrass) diperkenalkan karena murah dan lembut, tetapi memiliki kecenderungan hancur dalam cairan. Untuk mengatasi hal tersebut seorang Marvin Chester Stone memperkenalkan sedotan minuman modern yang kemudian dipatenkannya pada tahun 1888. Pada mulanya Marvin membuat sedotan itu dari rumput rye, gagasan pembuatan sedotan modern diawali ketika Marvin menikmati minuman mint julep saat musim panas di Washington DC, ternyata rasa minuman tersebut tercampuri oleh rasa dari rumput rye yang digunakan sebagai sedotan. Kemudian Marvin membuat sedotan dari kertas yang dibentuk pada pensil agar terbentuk tabung tipis dan diberi perkat pada sisi-sisi sambungannya. Pada saat digunakan ternyata perekat sambungan kertas cenderung hancur, maka memudian ia menyempurnakan sedotan dengan membangun sebuah mesin pelapis bagian luar kertas yang sudah dibuat sedotan dengan lilin, sehingga perekat tidak akan meleleh pada saat dimasukan kedalam minuman.

Gambar 2. Sedotan Rumput Rye (Ryegrass)

Siapa Marvin Chester Stone

Marvin Chester Stone dikenal sebagai penemu sedotan modern. Ia dilahirkan di Portage County, Ohio pada tahun 1842. Ayahnya bernama Chester Stone, adalah seorang yang terkenal sebagai penemu berbagai mesin, termasuk mesin cetak/press keju dan mesin cuci. Marvin Chester Stone ternyata mewarisi kejeniusan bapaknya, terlihat dari artikel-artikel yang dibuatnya pada saat masih remaja. Dia adalah lulusan dari Oberlin College, namun terputus di tengah jalan karena terjadi perang saudara, kemudian melanjutkannya hingga lulus melalui kredit dan promosi.

Setelah kuliah ia mengikuti kursus teologis, namun ditinggalkan dan memilih pergi ke Washington untuk bekerja sebagai koresponden surat kabar selama beberapa tahun. Dalam hidupnya, ia menemukan sebuah mesin untuk membuat pipa rokok dan menjalin kontrak dengan Perusahaan Duke. Setelah itu ia mendirikan sebuah pabrik di Ninth Street, Washington. Dan ia membuat sebuah mesin pembuat sedotan kertas, yang terkenal digunakan untuk minum minuman dingin.

Namun karena sedotan yang terbuat dari kertas cenderung hancur saat digunakan maka selanjutnya ia bereksperimen dengan kertas manila terlapisi parafin, sehingga tidak akan menjadi lembek saat digunakan. Model sedotan pertama memiliki panjang 8,5 inchi atau sekitar 21,25 cm dengan diameter yang cukup lebar namun mampu mencegah biji-bijian seperti lemon agar tidak ikut terhisap dan bersarang ditabung. Penemuannya kemudian dipatenkan pada tanggal 3 Januari 1888. Tahun 1890, pabriknya kemudian lebih terfokus untuk memproduksi sedotan minum dari pada pipa rokok. Pada tahun 1906 Marvin mendirikan “Stone Straw Corporation” dan menciptakan mesin otomatis pembuat sedotan. Marvin Chester Stone meninggal di rumahnya di Jalan Columbia, Washington DC, pada 17 Mei 1899 setelah lama menderita sakit. Dia meninggalkan seorang istri dan seorang putra.

Gambar 3. Marvin Chester Stone

Jenis Sedotan Minuman

Sedotan modern terbuat dari bahan polypropylene. Bahan ini lebih disukai dari pada polystyrene, karena sedotan plastik polystyrene lebih rapuh dan cenderung mudah retak, merupakan bahan padat yang menyebabkan sedotan tenggelam ketika ditempatkan ke dalam minuman. Sedangkan sedotan polypropylene lebih tahan lama dan tidak tenggelam ketika ditempatkan ke dalam minuman.

Dibawah ini adalah jenis sedotan yang sering kita jumpai dipasaran, dilihat dari sisi bentuk dan fungsi:

  • Basic Straw berbentuk lurus tanpa lekukan sepanjang sedotannya. Ini adalah sedotan yang paling umum ditemukan dipasaran.
  • Bendable Straw atau Bendy Straw (di kenal di industri sebagai “sedotan diartikulasikan”) memiliki engsel jenis concertina yang berada di bagian atas untuk kenyamanan saat menyedot minuman. Variasi ini diciptakan oleh Joseph Friedman pada tahun 1937.
  • Crazy Straw adalah sedotan dari plastik keras, rumit, transparan atau tembus pandang dan memiliki sejumlah twists/lekukan dari bawah sampai ke bagian teratas. Ketika cairan mengalir melalui sedotan, minuman akan mengalir melalui jalan berliku, dan menciptakan tontonan yang menarik.
  • Spoon Straw adalah sedotan yang salah satu ujungnya di bentuk sebagai sendok kecil. Hal ini dimaksudkan untuk mengambil makanan pencampur minuman atau untuk mengambil es krim.
  • Candy Straw disebut juga sedotan licorice (atau sedotan lico), yang dibuat dari beberapa jenis permen kenyal.
  • Miniature Straw adalah sedotan yang sering menempel di kotak minuman.
  • Wide Straw digunakan untuk memudahkan meminum bubble tea. Diameter yang lebih besar digunakan untuk menghisap bola tapioka (bola jelly) yang ada dalam minuman tersebut atau juga digunakan untuk mengaduk.
  • Sanitary Straw dibungkus secara individu untuk menghindari kontaminasi. Sedotan ini awalnya dipasarkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk mengurangi resiko tertular penyakit dari wadah, gelas, atau cangkir yang dicuci tidak benar dan tidak bersih.
  • Sipahh Straw adalah sedotan yang berisi manik-manik rasa tapioka yang larut setelah dilewati susu, menambah warna dan rasa.
  • Cereal Straw adalah sebuah tambahan baru untuk keluarga sedotan seperti layaknya sipahh straw, seperti yang dibuat oleh Kellogg.
  • Special Color-Changer Straw adalah sedotan yang akan berubah warna ketika cairan dingin melewati sedotan, hal ini tersedia di restoran Friendly’s yang biasanya disuguhkan bersama dengan makanan yang dipesan.
  • Extendo-Straw adalah sedotan yang disediakan dalam bungkus minuman plastik berupa sedotan miniatur, tetapi dapat diperpanjang untuk mencapai bagian bawah dari karton/box minuman.
  • Lifestraw adalah sedotan yang paling mahal dari jenis sedotan lain. Hal ini karena fungsi sedotan ini sangat baik untuk menyaring bakteri saat digunakan, dan bahkan mampu mensterilkan air yang diambil langsung dari tanah sekalipun.
Gambar 4. Basic Straw dan Bendable Straw

Gambar 5. Crazy Straw dan Spoon Straw

Gambar 6. Candy Straw dan Miniature Straw

Gambar 7. Wide Straw dan Sanitary Straw

Gambar 8. Sipahh Straw dan Cereal Straw

Gambar 9. Special Color-Changer Straw dan Extendo Straw

Gambar 10. LifeStraw

Kesehatan dan Lingkungan

[1] Mengurangi Resiko Kerusakan Gigi

Dalam salah satu artikelnya, situs WebMD menuliskan sebuah artikel berjudul “Meminum soda menggunakan sedotan dapat mengurangi resiko gigi berlubang” yang ditulis pada tanggal 17 Juni 2005. Hal serupa di tulis pada situs Science Daily dengan judul artikel “Diselamatkan oleh sedotan? Meminum minuman ringan dan minuman lainnya mengurangi risiko kerusakan” ditulis pada tanggal 16 Juni 2005.

Ketika kita meminum soda menggunakan sedotan maka dapat mengurangi resiko kerusakan gigi dan gigi berlubang, namun sedotan harus ditempatkan pada posisi yang tepat, kata profesor Temple University. Sedotan tidak boleh ditempelkan atau ditempatkan pada gigi, kata Mohammed Bassiouny, DMD, PhD, MSc, dan rekan-rekannya.

Posisi terbaik untuk menempatkan sedotan pada saat meminum minuman ringan dan minuman lainnya adalah berada dibelakang gigi didalam rongga mulut.” kata Bassiouny seperti ditulis dalam rilis beritanya. “Pada saat posisi demikian maka itu akan mengurangi kontak langsung antara minuman dengan gigi”. Masih menurutnya bahwa meminum minuman soda tetap memiliki pengaruh terhadap gigi walaupun menggunakan sedotan, tetapi jika jumlah minuman soda yang di konsumsi masih dalam batas wajar, pengaruhnya tidak terlalu signifikan.

[2] Saringan Bakteri

Salah satu jenis sedotan yang dikenal dengan “Lifestraw” mampu menyaring bakteri. Seperti dijelaskan pada situs penjualnya yaitu Vestergaard Frandsen bahwa LifeStraw adalah filter air portabel yang efektif menghilangkan/menyaring semua bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit diare. Apabila air yang mengandung Salmonela, Shigella, Enterococcus, dan Staphylococcos serta bakteri-bakteri air lainnya dihisap dengan sedotan ini, maka bakteri tersebut akan terjebak didalam LifeStraw dan air ini sudah bersih sehingga aman untuk langsung diminum. Lifestraw juga merupakan cara terbaik untuk mengatasi kebutuhan mendesak akan air bagi para korban bencana alam.

[3] Dampak Lingkungan

Sedotan minuman terbuat dari plastik dan akan menjadi limbah setelah digunakan. Sedotan ini terbuat dari polypropylene, sehingga kuat dan dapat digunakan lagi dari pada di daur ulang menjadi produk lainnya.

[4] Kreatifitas dari Sedotan

Limbah sedotan ternyata masih bisa diberdayakgunakan dari para dibuang dan menjadi limbah seperti kreasi kerajinan tangan dibawah ini.

Gambar 11. Kreatifitas dari Limbah Sedotan



Referensi dan Pranala Luar:


Artikel Terkait

Teknologi dan Pendidikan

Berbeda antara teknologi pendidikan yang lebih tertuju pada sarana dan prasarana penunjang proses pendidikan, sedang pendidikan teknologi lebih tertuju pada sumber daya manusianya dalam penguasaan teknologi yang sudah tersedia. Ada ketidakseimbangan antara teknologi pendidikan yang tersedia dengan pendidikan teknologi pelaksana pendidikan dilapangan, hal ini haruslah menjadi pemikiran bersama dalam upaya memaksimal proses transfer ilmu didunia pendidikan Indonesia. Rendahnya pengetahuan teknologi untuk penggunaan teknologi pendidikan menjadikan sarana yang tersedia menjadi sangat tidak bermanfaat bahkan menjadi pajangan semata. ...

Stay Hungry Stay Foolish

Pidato Steve Jobs yang sangat terkenal dan mampu meng-inspirasi banyak sekali orang. Isi dari pidato Steve Jobs ini mengisahkan tetang perjalanan hidupnya dari mulai nol hingga menjadi orang yang sukses dengan perusahaan Apple. Berbagai produk yang diciptakan oleh perusahaan Apple sebagian besar adalah ide-ide besar Steve Jobs. Yang terlahir dari ketidakmungkinan menjadi sesuatu yang mungkin bahwa terealisasi....

Mengatasi Kesulitan Belajar

Kegiatan belajar mengajar dikelas bukanlah hanya sebuah kegiatan transfer ilmu semata, tapi lebih jauh lagi dalam hal penyiapan dan pembentukan generasi yang lebih kompenten pada bidang yang pilihnya. Tentunya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dikelas tidaklah semudah dalam sinetron yang "tiba-tiba" menjadi pintar tanpa upaya maksimal baik dari guru, siswa, sekolah dan aspek lainnya yang mempengaruhi pendidikan itu sendiri....

Membuat Multimedia Pembelajaran

Dewasa ini komputer sejenis desktop atau pun laptop sudah semakin banyak bertebaran dihampir setiap sekolah dan hampir setiap guru dapat mengoperasikan komputer. Media pembelajaran adalah salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan materi-materi pelajarannya dikelas dengan memanfaatkan komputer yang ada. Membuat suatu multimedia pembelajaran dibutuhkan ketekukan dan keuletan untuk meramu berbagai fasilitas yang tersedia agar lebih berdaya guna tinggi bagi siswa dan bagi keberlangsungan proses belajar mengajar. Terus mencoba, terus belajar, dan pantang menyerah merupakan modal dasar untuk mampu menciptakan multimedia pembelajaran yang bagus, tepat sasaran sesuai dengan materi yang disampaikan....

Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar

Jadilah guru yang benar-benar profesional dengan mampu menggunakan berbagai fasilitas yang sudah tersedia seperti halnya internet sebagai sumber belajar sehingga proses transfer ilmu menjadi lebih efektif dan efesien tentunya dengan harapan tujuan mulia pendidikan akan tercapai dengan waktu relatif singkat tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal....

Melatih Kemampuan Menulis dengan Internet

Internet merupakan salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk belajar menulis tentang hasil pengelolaan materinya. Mulailah dari materi-materi pendek dengan menuliskannya sebagai status pada situs jejaring sosial, ini bertujuan untuk memancing komentar teman-teman tentang materi dalam status yang telah dituliskan. Komentar-komentar yang ditulis oleh teman-teman dalam situs jejaring tersebut bisa dimanfaatkan oleh guru untuk memperbaiki kualitas tulisannya atau untuk memperluas pembahasan materi....

Level Riset Indonesia Rendah

Bahkan teknologi canggih yang kebetulan dikembangkan di sesama negara berkembang (South-South-Dialog), semisal dari Brazil, meski dikembangkan oleh pakar yang sempat berkarier 20 tahun di Jerman, sulit diadopsi di Indonesia. Antara lain karena selama proses tender sulit mendapatkan modal kerja dari bank setempat, meski quality - price & delivery-time-nya lebih unggul dibanding produk sejenis dari Jepang atau China....

Instrumen Nan Indah dari Mesin Kelereng

Suara instrumen selaras nan indah yang dihasilkan dari mesin kelereng (Marble Machine). Mesin kelereng ini menghabiskan 2.000 kelereng dan melibatkan 3.000 komponen. Menariknya komponen-komponen tersebut dibuat sendiri tanpa peralatan yang rumit dan dengan dana sendiri. Sang musisi yaitu Martin Molin menghabiskan waktu sekitar 1 tahun (14 bulan) untuk membangun mesin kelereng penghasil musik instrumen nan indah ini. Suara-suara yang dihasilkan dari mesin kelereng ini kemudian di saring dan dibersihkan dengan perangkat keras dan perangkat lunak untuk menghasilkan instrumen dengan performa bagus. Penasaran!...

Silahkan Berkomentar