TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Mengenal Arduino Mega2560

Arduino Mega2560 adalah papan mikrokontroler berbasiskan ATmega2560 (datasheet ATmega2560). Arduino Mega2560 memiliki 54 pin digital input/output, dimana 15 pin dapat digunakan sebagai output PWM, 16 pin sebagai input analog, dan 4 pin sebagai UART (port serial hardware), 16 MHz kristal osilator, koneksi USB, jack power, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer melalui kabel USB atau power dihubungkan dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk mulai mengaktifkannya. Arduino Mega2560 kompatibel dengan sebagian besar shield yang dirancang untuk Arduino Duemilanove atau Arduino Diecimila. Arduino Mega2560 adalah versi terbaru yang menggantikan versi Arduino Mega.


Mengenal Arduino Mega2560


Tentang Revisi

Arduino Mega2560 berbeda dari papan sebelumnya, karena versi terbaru sudah tidak menggunakan chip driver FTDI USB-to-serial. Tapi, menggunakan chip ATmega16U2 (ATmega8U2 pada papan Revisi 1 dan Revisi 2) yang diprogram sebagai konverter USB-to-serial. Arduino Mega2560 Revisi 2 memiliki resistor penarik jalur HWB 8U2 ke Ground, sehingga lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam mode DFU.

Arduino Mega2560 Revisi 3 memiliki fitur-fitur baru berikut:

  • 1.0 pinout : Ditambahkan pin SDA dan pin SCL yang dekat dengan pin AREF dan dua pin baru lainnya ditempatkan dekat dengan pin RESET, IOREF memungkinkan shield untuk beradaptasi dengan tegangan yang tersedia pada papan. Di masa depan, shield akan kompatibel baik dengan papan yang menggunakan AVR yang beroperasi dengan 5 Volt dan dengan Arduino Due yang beroperasi dengan tegangan 3.3 Volt. Dan ada dua pin yang tidak terhubung, yang disediakan untuk tujuan masa depan.
  • Sirkuit RESET.
  • Chip ATmega16U2 menggantikan chip ATmega8U2.
Arduino Mega2560 R3 Bagian Depan

Skema & Referensi Desain

Dibawah ini Skema dan Referensi Arduino Mega2560:

Skema Arduino Mega2560 EagleCAD : Arduino-mega2560_R3-referensi-design.zip

Skema Arduino Mega2560 PDF : Arduino-mega2560_R3-schematic.pdf


Pemetaan Pin

Dibawah ini pemetaan pin ATmega2560 dengan Arduino Mega2560:

Pemetaan Pin ATmega2560
Nomor PinNama PinPeta Nama Pin
1PG5 (OC0B)Digital pin 4 (PWM)
2PE0 (RXD0/PCINT8)Digital pin 0 (RX0)
3PE1 (TXD0)Digital pin 1 (TX0)
4PE2 (XCK0/AIN0)
5PE3 (OC3A/AIN1)Digital pin 5 (PWM)
6PE4 (OC3B/INT4)Digital pin 2 (PWM)
7PE5 (OC3C/INT5)Digital pin 3 (PWM)
8PE6 (T3/INT6)
9PE7 (CLKO/ICP3/INT7)
10VCCVCC
11GNDGND
12PH0 (RXD2)Digital pin 17 (RX2)
13PH1 (TXD2)Digital pin 16 (TX2)
14PH2 (XCK2)
15PH3 (OC4A)Digital pin 6 (PWM)
16PH4 (OC4B)Digital pin 7 (PWM)
17PH5 (OC4C)Digital pin 8 (PWM)
18PH6 (OC2B)Digital pin 9 (PWM)
19PB0 (SS/PCINT0)Digital pin 53 (SS)
20PB1 (SCK/PCINT1)Digital pin 52 (SCK)
21PB2 (MOSI/PCINT2)Digital pin 51 (MOSI)
22PB3 (MISO/PCINT3)Digital pin 50 (MISO)
23PB4 (OC2A/PCINT4)Digital pin 10 (PWM)
24PB5 (OC1A/PCINT5)Digital pin 11 (PWM)
25PB6 (OC1B/PCINT6)Digital pin 12 (PWM)
26PB7 (OC0A/OC1C/PCINT7)Digital pin 13 (PWM)
27PH7 (T4 )
28PG3 (TOSC2)
29PG4 (TOSC1)
30RESETRESET
31VCCVCC
32GNDGND
33XTAL2XTAL2
34XTAL1XTAL1
35PL0 (ICP4)Digital pin 49
36PL1 (ICP5)Digital pin 48
37PL2 (T5 )Digital pin 47
38PL3 (OC5A)Digital pin 46 (PWM)
39PL4 (OC5B)Digital pin 45 (PWM)
40PL5 (OC5C)Digital pin 44 (PWM)
41PL6Digital pin 43
42PL7Digital pin 42
43PD0 (SCL/INT0)Digital pin 21 (SCL)
44PD1 (SDA/INT1)Digital pin 20 (SDA)
45PD2 (RXDI/INT2)Digital pin 19 (RX1)
46PD3 (TXD1/INT3)Digital pin 18 (TX1)
47PD4 (ICP1)
48PD5 (XCK1)
49PD6 (T1)
50PD7 (T0)Digital pin 38
51PG0 (WR)Digital pin 41
52PG1 (RD)Digital pin 40
53PC0 (A8)Digital pin 37
54PC1 (A9)Digital pin 36
55PC2 (A10)Digital pin 35
56PC3 (A11)Digital pin 34
57PC4 (A12)Digital pin 33
58PC5 (A13)Digital pin 32
59PC6 (A14)Digital pin 31
60PC7 (A15)Digital pin 30
61VCCVCC
62GNDGND
63PJ0 (RXD3/PCINT9)Digital pin 15 (RX3)
64PJ1 (TXD3/PCINT10)Digital pin 14 (TX3)
65PJ2 (XCK3/PCINT11)
66PJ3 (PCINT12)
67PJ4 (PCINT13)
68PJ5 (PCINT14)
69PJ6 (PCINT 15)
70PG2 (ALE)Digital pin 39
71PA7 (AD7)Digital pin 29
72PA6 (AD6)Digital pin 28
73PA5 (AD5)Digital pin 27
74PA4 (AD4)Digital pin 26
75PA3 (AD3)Digital pin 25
76PA2 (AD2)Digital pin 24
77PA1 (AD1)Digital pin 23
78PA0 (AD0)Digital pin 22
79PJ7
80VCCVCC
81GNDGND
82PK7 (ADC15/PCINT23)Analog pin 15
83PK6 (ADC14/PCINT22)Analog pin 14
84PK5 (ADC13/PCINT21)Analog pin 13
85PK4 (ADC12/PCINT20)Analog pin 12
86PK3 (ADC11/PCINT19)Analog pin 11
87PK2 (ADC10/PCINT18)Analog pin 10
88PK1 (ADC9/PCINT17)Analog pin 9
89PK0 (ADC8/PCINT16)Analog pin 8
90PF7 (ADC7)Analog pin 7
91PF6 (ADC6)Analog pin 6
92PF5 (ADC5/TMS)Analog pin 5
93PF4 (ADC4/TMK)Analog pin 4
94PF3 (ADC3)Analog pin 3
95PF2 (ADC2)Analog pin 2
96PF1 (ADC1)Analog pin 1
97PF0 (ADC0)Analog pin 0
98AREFAnalog Reference
99GNDGND
100AVCCVCC

Ringkasan Spesifikasi

Dibawah ini spesifikasi sederhana dari Arduino Mega2560:

MikrokontrolerATmega2560
Tegangan Operasi5V
Input Voltage (disarankan)7-12V
Input Voltage (limit)6-20V
Pin Digital I/O54 (yang 15 pin digunakan sebagai output PWM)
Pins Input Analog16
Arus DC per pin I/O40 mA
Arus DC untuk pin 3.3V50 mA
Flash Memory256 KB (8 KB digunakan untuk bootloader)
SRAM8 KB
EEPROM4 KB
Clock Speed16 MHz

Sumber Daya

Arduino Mega dapat diaktifkan melalui koneksi USB atau dengan catu daya eksternal. Sumber daya dipilih secara otomatis. Sumber daya eksternal (non-USB) dapat berasal baik dari adaptor AC-DC atau baterai. Adaptor dapat dihubungkan dengan mencolokkan steker 2,1 mm yang bagian tengahnya terminal positif ke ke jack sumber tegangan pada papan. Jika tegangan berasal dari baterai dapat langsung dihubungkan melalui header pin Gnd dan pin Vin dari konektor POWER.

Papan Arduino ATmega2560 dapat beroperasi dengan pasokan daya eksternal 6 Volt sampai 20 volt. Jika diberi tegangan kurang dari 7 Volt, maka, pin 5 Volt mungkin akan menghasilkan tegangan kurang dari 5 Volt dan ini akan membuat papan menjadi tidak stabil. Jika sumber tegangan menggunakan lebih dari 12 Volt, regulator tegangan akan mengalami panas berlebihan dan bisa merusak papan. Rentang sumber tegangan yang dianjurkan adalah 7 Volt sampai 12 Volt.

Pin tegangan yang tersedia pada papan Arduino adalah sebagai berikut:

  • VIN : Adalah input tegangan untuk papan Arduino ketika menggunakan sumber daya eksternal (sebagai ‘saingan’ tegangan 5 Volt dari koneksi USB atau sumber daya ter-regulator lainnya). Anda dapat memberikan tegangan melalui pin ini, atau jika memasok tegangan untuk papan melalui jack power, kita bisa mengakses/mengambil tegangan melalui pin ini.
  • 5V : Sebuah pin yang mengeluarkan tegangan ter-regulator 5 Volt, dari pin ini tegangan sudah diatur (ter-regulator) dari regulator yang tersedia (built-in) pada papan. Arduino dapat diaktifkan dengan sumber daya baik berasal dari jack power DC (7-12 Volt), konektor USB (5 Volt), atau pin VIN pada board (7-12 Volt). Memberikan tegangan melalui pin 5V atau 3.3V secara langsung tanpa melewati regulator dapat merusak papan Arduino.
  • 3V3 : Sebuah pin yang menghasilkan tegangan 3,3 Volt. Tegangan ini dihasilkan oleh regulator yang terdapat pada papan (on-board). Arus maksimum yang dihasilkan adalah 50 mA.
  • GND : Pin Ground atau Massa.
  • IOREF : Pin ini pada papan Arduino berfungsi untuk memberikan referensi tegangan yang beroperasi pada mikrokontroler. Sebuah perisai (shield) dikonfigurasi dengan benar untuk dapat membaca pin tegangan IOREF dan memilih sumber daya yang tepat atau mengaktifkan penerjemah tegangan (voltage translator) pada output untuk bekerja pada tegangan 5 Volt atau 3,3 Volt.

Memori

Arduino ATmega2560 memiliki 256 KB flash memory untuk menyimpan kode (yang 8 KB digunakan untuk bootloader), 8 KB SRAM dan 4 KB EEPROM (yang dapat dibaca dan ditulis dengan perpustakaan EEPROM).


Input dan Output

Masing-masing dari 54 digital pin pada Arduino Mega dapat digunakan sebagai input atau output, menggunakan fungsi pinMode() , digitalWrite() , dan digitalRead(). Arduino Mega beroperasi pada tegangan 5 volt. Setiap pin dapat memberikan atau menerima arus maksimum 40 mA dan memiliki resistor pull-up internal (yang terputus secara default) sebesar 20-50 kOhms. Selain itu, beberapa pin memiliki fungsi khusus, antara lain:

  • Serial : 0 (RX) dan 1 (TX); Serial 1 : 19 (RX) dan 18 (TX); Serial 2 : 17 (RX) dan 16 (TX); Serial 3 : 15 (RX) dan 14 (TX). Digunakan untuk menerima (RX) dan mengirimkan (TX) data serial TTL. Pins 0 dan 1 juga terhubung ke pin chip ATmega16U2 Serial USB-to-TTL.
  • Eksternal Interupsi : Pin 2 (interrupt 0), pin 3 (interrupt 1), pin 18 (interrupt 5), pin 19 (interrupt 4), pin 20 (interrupt 3), dan pin 21 (interrupt 2). Pin ini dapat dikonfigurasi untuk memicu sebuah interupsi pada nilai yang rendah, meningkat atau menurun, atau perubah nilai.
  • SPI : Pin 50 (MISO), pin 51 (MOSI), pin 52 (SCK), pin 53 (SS). Pin ini mendukung komunikasi SPI menggunakan perpustakaan SPI. Pin SPI juga terhubung dengan header ICSP, yang secara fisik kompatibel dengan Arduino Uno, Arduino Duemilanove dan Arduino Diecimila.
  • LED : Pin 13. Tersedia secara built-in pada papan Arduino ATmega2560. LED terhubung ke pin digital 13. Ketika pin diset bernilai HIGH, maka LED menyala (ON), dan ketika pin diset bernilai LOW, maka LED padam (OFF).
  • TWI : Pin 20 (SDA) dan pin 21 (SCL). Yang mendukung komunikasi TWI menggunakan perpustakaan Wire. Perhatikan bahwa pin ini tidak di lokasi yang sama dengan pin TWI pada Arduino Duemilanove atau Arduino Diecimila.

Arduino Mega2560 memiliki 16 pin sebagai analog input, yang masing-masing menyediakan resolusi 10 bit (yaitu 1024 nilai yang berbeda). Secara default pin ini dapat diukur/diatur dari mulai Ground sampai dengan 5 Volt, juga memungkinkan untuk mengubah titik jangkauan tertinggi atau terendah mereka menggunakan pin AREF dan fungsi analogReference().

Ada beberapa pin lainnya yang tersedia, antara lain:

  • AREF : Referensi tegangan untuk input analog. Digunakan dengan fungsi analogReference().
  • RESET : Jalur LOW ini digunakan untuk me-reset (menghidupkan ulang) mikrokontroler. Jalur ini biasanya digunakan untuk menambahkan tombol reset pada shield yang menghalangi papan utama Arduino.

Komunikasi

Arduino Mega2560 memiliki sejumlah fasilitas untuk berkomunikasi dengan komputer, dengan Arduino lain, atau dengan mikrokontroler lainnya. Arduino ATmega328 menyediakan 4 hardware komunikasi serial UART TTL (5 Volt). Sebuah chip ATmega16U2 (ATmega8U2 pada papan Revisi 1 dan Revisi 2) yang terdapat pada papan digunakan sebagai media komunikasi serial melalui USB dan muncul sebagai COM Port Virtual (pada Device komputer) untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak pada komputer, untuk sistem operasi Windows masih tetap memerlukan file inf, tetapi untuk sistem operasi OS X dan Linux akan mengenali papan sebagai port COM secara otomatis. Perangkat lunak Arduino termasuk didalamnya serial monitor memungkinkan data tekstual sederhana dikirim ke dan dari papan Arduino. LED RX dan TX yang tersedia pada papan akan berkedip ketika data sedang dikirim atau diterima melalui chip USB-to-serial yang terhubung melalui USB komputer (tetapi tidak untuk komunikasi serial seperti pada pin 0 dan 1).

Sebuah perpustakaan SoftwareSerial memungkinkan untuk komunikasi serial pada salah satu pin digital Mega2560. ATmega2560 juga mendukung komunikasi TWI dan SPI. Perangkat lunak Arduino termasuk perpustakaan Wire digunakan untuk menyederhanakan penggunaan bus TWI. Untuk komunikasi SPI, menggunakan perpustakaan SPI.


Pemrograman

Arduino Mega dapat diprogram dengan software Arduino (Unduh perangkat lunak Arduino). (Mengenai pemahasan lebih rinci tentang perangkat lunak Arduino akan dibahas pada artikel terpisah). ATmega2560 pada Arduino Mega sudah tersedia preburned dengan bootloader (preburned dan bootloader apa bahasa Indonesianya?) yang memungkinkan Anda untuk meng-upload kode baru tanpa menggunakan programmer hardware eksternal. Hal ini karena komunikasi yang terjadi menggunakan protokol asli STK500. Anda juga dapat melewati (bypass) bootloader dan program mikrokontroler melalui pin header ICSP (In-Circuit Serial Programming).

Chip ATmega16U2 (atau 8U2 pada board Rev. 1 dan Rev. 2) source code firmware tersedia pada repositori Arduino. ATmega16U2/8U2 dapat dimuat dengan bootloader DFU, yang dapat diaktifkan melalui:

  • Pada papan Revisi 1 : Menghubungkan jumper solder di bagian belakang papan (dekat dengan peta Italia) dan kemudian akan me-reset 8U2.
  • Pada papan Revisi 2 : Ada resistor yang menghubungkan jalur HWB 8U2/16U2 ke ground, sehingga lebih mudah untuk dimasukkan ke dalam mode DFU.

Kemudian Anda dapat menggunakan Atmel FLIP software (sistem operasi Windows) atau DFU programmer (sistem operasi Mac OS X dan Linux) untuk memuat firmware baru. Atau Anda dapat menggunakan pin header ISP dengan programmer eksternal (overwrite DFU bootloader).


Reset (Software) Otomatis

Daripada menekan tombol reset sebelum upload, Arduino Mega2560 didesain dengan cara yang memungkinkan Anda untuk me-reset melalui perangkat lunak yang berjalan pada komputer yang terhubung. Salah satu jalur kontrol hardware (DTR) mengalir dari ATmega8U2/16U2 dan terhubung ke jalur reset dari ATmega2560 melalui kapasitor 100 nanofarad. Bila jalur ini di-set rendah/low, jalur reset drop cukup lama untuk me-reset chip. Perangkat lunak Arduino menggunakan kemampuan ini untuk memungkinkan Anda meng-upload kode dengan hanya menekan tombol upload pada perangkat lunak Arduino. Ini berarti bahwa bootloader memiliki rentang waktu yang lebih pendek, seperti menurunkan DTR dapat terkoordinasi (berjalan beriringan) dengan dimulainya upload.

Pengaturan ini juga memiliki implikasi lain. Ketika Mega2560 terhubung dengan komputer yang menggunakan sistem operasi Mac OS X atau Linux, papan Arduino akan di-reset setiap kali dihubungkan dengan software komputer (melalui USB). Dan setengah detik kemudian atau lebih, bootloader berjalan pada papan Mega2560. Proses reset melalui program ini digunakan untuk mengabaikan data yang cacat (yaitu apapun selain meng-upload kode baru), ia akan memotong dan membuang beberapa byte pertama dari data yang dikirim ke papan setelah sambungan dibuka. Jika sebuah sketsa dijalankan pada papan untuk menerima satu kali konfigurasi atau menerima data lain ketika pertama kali dijalankan, pastikan bahwa perangkat lunak diberikan waktu untuk berkomunikasi dengan menunggu satu detik setelah terkoneksi dan sebelum mengirim data.

Mega2560 memiliki trek jalur yang dapat dipotong untuk menonaktifkan fungsi auto-reset. Pad di kedua sisi jalur dapat hubungkan dengan disolder untuk mengaktifkan kembali fungsi auto-reset. Pad berlabel “RESET-EN”. Anda juga dapat menonaktifkan auto-reset dengan menghubungkan resistor 110 ohm dari 5V ke jalur reset.


Perlindungan Beban Berlebih pada USB

Arduino Mega2560 memiliki polyfuse reset yang melindungi port USB komputer Anda dari hubungan singkat dan arus lebih. Meskipun pada dasarnya komputer telah memiliki perlindungan internal pada port USB mereka sendiri, sekring memberikan lapisan perlindungan tambahan. Jika arus lebih dari 500 mA dihubungkan ke port USB, sekring secara otomatis akan memutuskan sambungan sampai hubungan singkat atau overload dihapus/dibuang.


Karakteristik Fisik dan Kompatibilitas Shield

Maksimum panjang dan lebar PCB Mega2560 adalah 4 x 2.1 inch (10,16 x 5,3 cm), dengan konektor USB dan jack power menonjol melampaui batas dimensi. Empat lubang sekrup memungkinkan papan terpasang pada suatu permukaan atau wadah. Perhatikan bahwa jarak antara pin digital 7 dan 8 adalah 160 mil (0.16”), tidak seperti pin lainnya dengan kelipatan genap berjarak 100 mil. Arduino Mega2560 dirancang agar kompatibel dengan sebagian shield yang dirancang untuk Arduino Uno, Arduino Diecimila atau Arduino Duemilanove. Pin Digital 0-13 (pin AREF berdekatan dan pin GND), input analog 0 sampai 5, header power, dan header ICSP berada di lokasi yang ekuivalen. Selanjutnya UART utama (port serial) terletak di pin yang sama (0 dan 1), seperti pin interupsi eksternal 0 dan 1 (masing-masing pada pin 2 dan 3). SPI di kedua header ICSP yaitu Mega2560 dan Duemilanove/Diecimila. Harap dicatat bahwa pin I2C tidak terletak pada pin yang sama pada Mega pin (20 dan pin 21) seperti halnya Duemilanove/Diecimila (input analog pin 4 dan pin 5).


Daftar Pustaka

[1] Arduino Mega2560 (Halaman diakses pada tanggal 7 Agustus 2014, 0:01 AM)


Artikel Terkait

Mengenal Arduino Uno

Arduino Uno adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega328. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input/output, dimana 6 pin digunakan sebagai output PWM, 6 pin input analog, 16 MHz resonator keramik, koneksi USB, jack catu daya eksternal, header ICSP, dan tombol reset. Sebuah ATmega16U2 yang terdapat pada papan digunakan sebagai media komunikasi serial melalui USB dan muncul pada hardware komputer sebagai COM Port Virtual untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak pada komputer. Firmware 16U2 menggunakan driver standar USB COM, sehingga tidak membutuhkan driver eksternal....

Mengenal Arduino Leonardo

Arduino Leonardo adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega32u4. Arduino Leonardo memiliki 20 digital pin input/output (yang mana 7 pin dapat digunakan sebagai output PWM dan 12 pin sebagai input analog), 16 MHz kristal osilator, koneksi micro USB, jack power suplai tegangan, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer melalui kabel USB atau power dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk mulai mengaktifkannya....

Mengenal Arduino Nano

Papan pengembangan elektronika mikrokontroler yang diberi nama Arduino ini memiliki banyak sekali turunannya. Baik itu yang diturunkan langsung dari pihak Arduino sendiri atau pihak ketiga yang ikut mengembangkan papan Arduino. Hal ini karena Arduino bersifat Open Source Hardware (OSH), karena sifatnya yang terbuka ini maka membuat para pengembang tidak perlu takut dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual. Siapapun dapat membangun papan Arduino dengan versi sendiri dan disesuaikan dengan kebutuhan sendiri atau bahkan disesuaikan dengan dana yang dimiliki, namun tetap bekerja normal layaknya papan Arduino aslinya. Salah satu papan Arduino yang dikembangkan pihak ke tiga dan dapat diterima oleh pasar dengan baik adalah Arduino Nano. Seperti apa Arduino Nano?...

Mengenal Arduino Pro Mini

Satu lagi anggota keluarga Arduino yang cukup populer, yaitu Arduino Pro Mini. Merupakan keluarga Arduino yang murah, sederhana dan ukurannya yang kecil membuat popularitas Arduino Pro Mini hampir mengalahkan Arduino Uno. Selain itu, Arduino Pro Mini hadir dalam 2 versi yaitu versi 3,3 Volt 8 Mhz dan versi 5 Volt 16 MHz yang membuatnya mudah untuk dipilih sesuai kebutuhan. Dimensi yang kecil membuat Arduino Pro Mini bisa langsung ditanamkan pada proyek-proyek robotika. Kelemahan Arduino Pro Mini adalah tidak ditanamkannya USB Adapter pada papan sehingga para pengguna harus menyediakan sendiri USB Adapter terpisah....

Memilih Arduino Uno Untuk Pemula

Arduino Uno Original, Arduino Compatible dan Arduino Clone menjadi sangat membingungkan bagi para pemula yang hendak belajar tentang pemrograman Arduino. Arikel ini membahas tips dan trik menentukan pilihan papan Arduino Uno yang tepat terutama bagi pemula. Tepat sesuai dengan tujuan penggunaan dan tepat sesuai dengan dana yang dimiliki oleh penggunanya. Informasi tentang jenis-jenis Arduino yang ada dipasaran Indonesia tidak terlalu jelas, bahkan beberapa penjual Arduino sengaja tidak memberikan informasi detail tentang Arduino Uno yang dijualnya....

Memahami Pull-up Resistor

Pull-up Resistor sangat umum digunakan pada mikrokontroler (MCU) atau pada perangkat logika digital (digital logic device). Artikel kali ini akan membahas kapan dan dimana harus menggunakan pull-up resistor, melakukan perhitungan sederhana dan menunjukan mengapa pull-up resistor itu penting....

Codebender Alternatif Arduino IDE

Biasanya kita menggunakan Arduino IDE standar bawaan Arduino yang sampai hari ini telah mencapai versi 1.0.5. Namun ternyata ada antarmuka Arduino IDE yang berbasis cloud web. Hal ini memudahkan kita untuk menulis kode-kode Arduino secara online, membagikan kepada orang lain atau berkontribusi pada kode-kode Arduino yang telah dibuat oleh pengguna lain didunia. Kita bisa secara langsung meng-upload kode kedalam papan Arduino yang kita miliki dan bahkan kita bisa meng-upload kode yang telah kita tulis menggunakan AVR Programmer....

Mengenal Mikrokontroler

Memang cukup membingungkan ketika mendengar istilah Mikrokontroler dan Mikroprosesor. Bagi para pengguna yang masih awam kedua istilah diatas dianggap sama, bahkan ada yang menganggap hanya beda istilah saja. Anggapan tersebut tidak salah 100% namun juga tidak benar 100%. Mikrokontroler dan Mikroprosesor adalah dua benda yang beda target penggunaan, beda kelengkapan fungsinya dan beda perusahaan yang awal menciptakan, namun berangkat dari ide yang sama, arsitektur yang sama, bahkan dari tahun lahir yang hampir sama pula. Lalu apa sebenarnya Mikrokontroler dan Mikroprosesor?...

Solusi avrdude stk500_getsync() pada Arduino

Artikel sebelumnya telah membahas permasalahan dan solusi pada Arduino. Pembahasan artikel tersebut mengarah pada kesalahan penulisan kode. Artikel kali ini membahas permasalahan umum yang sering muncul pada Arduino. Namun permasalahan kali ini mengarah pada kesalahan komunikasi antara Komputer dengan Arduino. Kesalahan komunikasi atau Upload error tidaklah serumit kesalahan kode, namun karena sifatnya yang mengarah ke fisik, biasanya mengarah ke papan Arduino. Dan dalam kasus yang fatal, Mikrokontroller harus diganti. Jika anda menemukan masalah seperti ini, jangan langsung mengambil kesimpulan terparah, pelajari dulu masalah yang menyebabkan kesalahan komunikasi tersebut. Artikel kali ini memaparkan permasalahan yang terjadi dan solusinya jika terjadi kesalahan avrdude: stk500_getsync(): not in sync: resp=0x00....

Silahkan Berkomentar