TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Membuat Multimedia Pembelajaran

Perkembangan teknologi semakin hari semakin memudahkan kehidupan manusia, waktu dan jarak seperti tidak lagi menjadi penghalang seseorang untuk belajar. Tetapi pemanfaatan perkembangan teknologi ini sepertinya belum begitu maksimal terutama bagi para guru. Dewasa ini komputer sejenis desktop atau pun laptop sudah semakin banyak bertebaran dihampir setiap sekolah dan hampir setiap guru dapat mengoperasikan komputer.

Membuat Multimedia Pembelajaran

Media pembelajaran adalah salah satu cara yang dapat digunakan guru untuk menyampaikan materi-materi pelajarannya dikelas dengan memanfaatkan komputer yang ada. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dibuat acuan untuk membuat multimedia pembelajaran di kelas:

Menentukan Tema Materi Pelajaran

Tentukan dan pilihlah materi pembelajaran yang cocok disampaikan dengan menggunakan bantuan multimedia pembalajaran. Hal ini karena tidak semua materi pembelajaran itu bisa (cocok) disampaikan dengan multimedia pembelajaran. Bagi guru yang terbiasa membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) sendiri hal ini akan mempermudah untuk menentukan tema materi pelajaran yang akan disampaikan dengan menggunakan bantuan multimedia pembelajaran. Yakinkan terlebih dahulu bahwa siswa dapat lebih mudah untuk memahami pelajaran tersebut jika dibantu dengan multimedia pembelajaran sehingga proses belajar mengajar akan lebih menarik dan hidup.

Menentukan Jenis Multimedia Pembelajaran

Jika tema pelajaran sudah ditemukan dan sudah disesuaikan dengan RPP yang dibuat maka langkah selanjutnya adalah memilih jenis multimedia yang akan digunakan untuk mempermudah penyampaian materi dikelas. Ada beberapa jenis multimedia pembelajaran yang dapat dipilih diantaranya:

  1. Multimedia Pembelajaran Presentasi; Jenis ini lebih menitik beratkan pada poin-poin penting yang dianggap mewakili suatu poin materi yang akan disampaikan. Hal ini karena sifatnya yang tersajikan dalam lembaran-lembaran presentasi dan bisa pula ditambahkan gambar, animasi atau video untuk memperkuat materi yang akan disampaikan sehingga siswa akan lebih mudah untuk mencerna materi. Tetapi harus diingat bahwa ini tidaklah menggantikan guru secara keseluruhan, multimedia pembelajaran presentasi dibuat sebagai alat bantu penyampaian materi sehingga tetap yang menyampaikan materi secara penuh adalah guru. Software yang bisa digunakan untuk membuat multimedia pembelajaran presentasi misal; OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint dan sebagainya.
  2. Multimedia Pembelajaran Mandiri; Jenis ini lebih kompleks dari jenis sebelumnya karena posisinya secara total dapat mengantikan guru dalam penyampaian suatu materi. Didalamnya tersusun dengan rapi berbagai materi-materi yang harus disampaikan kepada siswa dan siswa pun dengan sendiri menggalinya melalui multimedia pembelajaran mandiri yang disediakan. Munculnya berbagai pertanyaan atau masalah mengenai materi tersebut dengan sendiri dapat terjawab dalam multimedia jenis ini. Untuk membuat multimedia pembelajaran mandiri diperlukan pemahaman yang luas tentang penggunaan software multimedia kompleks dan kemampuan menggabungkan pengertian tertulis yang ada pada buku, artikel atau tulisan jenis lainnya (explicit knowledge) dengan tacit knowledge (pengalaman guru, know how). Selain itu karena sifatnya mandiri maka didalamnya juga harus terkandung fasilitas-fasilitas yang bersifat penilaian/memotret daya serap siswa terhadap materi seperti simulasi, latihan, ujian dan fasilitas lain yang mampu memecahkan berbagai permasalahan atau pertanyaan dari siswa itu sendiri. Software yang dapat digunakan untuk membuat multimedia pembelajaran mandiri misal; Adobe Director, Adobe Flash dan lain sebagainya.

Menyusun Alur Cerita

Susunlah alur cerita sesuai dengan materi yang akan diajarkan, dari mulai suatu teori sederhana yang sekedar untuk mengingatkan, pertanyaan ringan yang memancing siswa untuk mengulang kembali materi yang pernah disampaikan sampai dengan materi yang ingin disampaikan. Menyusun alur cerita tidaklah harus mendetail sepertinya halnya menyusun skenario suatu film. Cukup kita menentukan titik-titik utama penekanan suatu materi yang tersusun rapi dari awal hingga akhir materi yang akan diajarkan sehingga pada akhirnya akan tersusun suatu desain besar dari materi yang akan disampaikan. Penyisipan materi lain yang dianggap perlu sebagai pelengkap pada alur cerita juga perlu, misalnya cerita yang mampu memotivasi siswa atau sekedar cerita ringan untuk menarik perhatian siswa agar terfokus pada materi yang disampaikan. Untuk membuat alur cerita tidaklah memerlukan software-software rumit, cukuplah dengan menggunakan software pengolah kata ringan yang umum digunakan.

Mulailah Membuat

Setelah tahap persiapan selesai (menentukan tema, menentukan jenis multimedia, menyusun alur cerita) maka mulailah mencoba untuk membuat suatu multimedia pembelajaran sederhana. Jangan pesimis dengan hasil akhir yang tidak bagus, karena semua berawal dari kemauan untuk memulai. Perhatikan, baca ulang, dan perbaiki tampilan-tampilan multimedia pembelajaran hasil buatan sendiri. Jika dirasa ada yang kurang atau terlalu rumit bagi siswa lakukan perbaikan, baik dari sisi tampilan, isi materi atau pelengkap materi yang akan digunakan.

Evaluasi Hasil

Setelah melakukan pembelajaran dengan berbagai jenis multimedia lakukan evaluasi hasil akhir. Evaluasi dapat melalui hasil akhir berupa keterserapan siswa terhadap materi yang disampaikan ataupun evaluasi akhir multimedia yang kita buat (tampilan dan isi materi multimedia pembelajaran). Setelah diketahui hasil akhirnya lakukan perbaikan pada multimedia pembelajaran yang sudah dibuat. Jika ternyata masih sulit menemukan sisi perbaikannya cobalah belajar dari multimedia buatan orang lain yang lebih baik, perhatikan baik-baik multimedia pembelajaran buatan orang lain dan lakukan perbandingan dengan multimedia pembelajaran buatan sendiri. Gunakan prinsip ATM (Amati Tiru Modifikasi) untuk meningkatkan kemampuan kita dan kejelian dalam menyusun multimedia pembelajaran yang benar-benar membuat proses pembelajaran menjadi sangat menarik. Jika dirasa perlu ditambah penguat berupa gambar, animasi, video atau hal lain kita bisa memanfaakan internet atau membuat sendiri jika mampu. Apakah sekarang multimedia pembalajaran buatan sendiri sudah lebih baik?

Belajar dari Pengalaman

Untuk membuat suatu multimedia pembelajaran yang baik tidaklah harus dengan perlengkapan yang serba ada ataupun biaya yang cukup besar, justru nilai lebih dari seorang guru adalah ketika mampu memanfaatkan ketersediaan alat dan bahan yang ada menjadi suatu aset atau media pembelajaran yang atraktif dan menarik bagi siswa. Membuat suatu multimedia pembelajaran dibutuhkan ketekukan dan keuletan untuk meramu berbagai fasilitas yang tersedia agar lebih berdaya guna tinggi bagi siswa dan bagi keberlangsungan proses belajar mengajar. Terus mencoba, terus belajar, dan pantang menyerah merupakan modal dasar untuk mampu menciptakan multimedia pembelajaran yang bagus, tepat sasaran sesuai dengan materi yang disampaikan.

Target

Jenuh! Itulah yang kemudian menghinggapi siapa saja termasuk guru yang pada mulanya semangat untuk membuat multimedia pembelajaran. Seiring waktu penggunaan multimedia pembalajaran terasa melelahkan. Untuk menghindari hal tersebut, alangkah lebih baiknya menentukan target pribadi untuk menjaga keseriusan dalam menggarap multimedia pembelajaran. Target pribadinya bisa berupa; a) Mengikuti lomba yang diselenggarakan oleh beberapa instansi, perusahaan atau lembaga-lembaga tertentu. b) Membuat multimedia pembelajaran untuk dijual. Hal ini akan mendatangkan keuntungan bagi guru kreatif. Jangan biarkan hasil karya anda tenggelam dimakan usia.

Tingkatkan Kemampuan

Jangan pernah merasa puas dengan hasil karya anda hari ini. Terus tingkatkan kemampuan anda baik dari sisi penggunaan perangkat lunak perangkat keras maupun ilmu anda sendiri yang akan dituangkan ke dalam multimedia pembelajaran. Belajarlah mandiri dari berbagai sumber yang ada, bisa internet, buku, seminar bahkan dari keterbatasan-keterbatasan yang menghalangi keberhasilan karya kita. Sabar dan tekunlah agar dapat melampui batas diri sendiri. Banyak orang hebat, pinter dan cerdas yang perlahan pudar seiring waktu karena merasa dirinya hebat dari orang lain. Hilang kesabaran dan ketekunannya karena merasa cukup dengan ilmu yang dikuasai hari ini. Terus belajar dan belajar lagi hingga kita lupa bahwa kita telah mencapai puncak tertinggi. Terus belajar dan belajar lagi akan membuat kita selalu merasa menjadi orang bodoh yang haus akan ilmu, tak sempat menyombongkan diri dan tak pernah menyadari bahwa dirinya lebih cerdas, lebih hebat dari orang-orang disekitarnya. Begitulah peranan ilmu dalam meningkatkan derajat seseorang.


Artikel Terkait

Teknologi dan Pendidikan

Berbeda antara teknologi pendidikan yang lebih tertuju pada sarana dan prasarana penunjang proses pendidikan, sedang pendidikan teknologi lebih tertuju pada sumber daya manusianya dalam penguasaan teknologi yang sudah tersedia. Ada ketidakseimbangan antara teknologi pendidikan yang tersedia dengan pendidikan teknologi pelaksana pendidikan dilapangan, hal ini haruslah menjadi pemikiran bersama dalam upaya memaksimal proses transfer ilmu didunia pendidikan Indonesia. Rendahnya pengetahuan teknologi untuk penggunaan teknologi pendidikan menjadikan sarana yang tersedia menjadi sangat tidak bermanfaat bahkan menjadi pajangan semata. ...

Prinsip ATM Dalam Pembelajaran

Proses Belajar Mengajar di kelas harusnya menjadi sarana yang paling tepat untuk mentransfer ilmu bahkan menjadi ibadah dengan pahala yang tak akan terputus. Namun kenyataan dilapangan para guru dan para siswa seperti terjebak pada rutinitas yang membuat proses transfer ilmu tidak bisa maksimal. Siswa merasa jenuh dengan proses belajar mengajar yang dihadapinya yang seakan tidak memberikan sesuatu yang menantang bagi mereka. Pun demikian dengan para guru, seakan mereka hanya sekedar menjalankan kewajibannya sebagai guru tanpa ada semangat sedikitpun untuk bisa melakukan inovasi pendidikan ke arah lebih baik. Prinsip ATM (Amati Tiru Modifikasi) merupakan salah satu teknik pembelajaran yang cukup menantang sekarang ini terutama pada dunia teknologi yang terus berkembang sangat pesat. Selangkah demi selangkah kita menjadi tertinggal sangat jauh bahkan menjadi hal yang tak mungkin untuk mengejar perkembangan teknologi tersebut. Lalu apa prinsip Amati Tiru Modifikasi dalam pembelajaran itu....

Mengatasi Kesulitan Belajar

Kegiatan belajar mengajar dikelas bukanlah hanya sebuah kegiatan transfer ilmu semata, tapi lebih jauh lagi dalam hal penyiapan dan pembentukan generasi yang lebih kompenten pada bidang yang pilihnya. Tentunya kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dikelas tidaklah semudah dalam sinetron yang "tiba-tiba" menjadi pintar tanpa upaya maksimal baik dari guru, siswa, sekolah dan aspek lainnya yang mempengaruhi pendidikan itu sendiri....

Memanfaatkan Internet Sebagai Sumber Belajar

Jadilah guru yang benar-benar profesional dengan mampu menggunakan berbagai fasilitas yang sudah tersedia seperti halnya internet sebagai sumber belajar sehingga proses transfer ilmu menjadi lebih efektif dan efesien tentunya dengan harapan tujuan mulia pendidikan akan tercapai dengan waktu relatif singkat tanpa harus mengeluarkan biaya yang mahal....

Efek Positif Jejaring Sosial bagi Siswa

Dengan jejaring sosial siswa akan mampu belajar cara mengembangkan kemampuan teknis dan sosial yang dibutuhkan mereka dalam menghadapi era digital sekarang ini. Mereka akan menemukan cara beradaptasi dan bersosialisasi dengan sahabatnya di jejaring sosial, serta kemampuan memanajemen pertemanan mereka. Hal ini merupakan materi yang sulit untuk ditemukan dalam pelajaran di kelas...

Efek Negatif Jejaring Sosial bagi Siswa

Teknologi merupakan hal mubah (boleh) yang hukumnya akan menjadi halal jika dipergunakan untuk hal-hal positif dan bermanfaat namun bisa pula menjadi haram ketika teknologi tersebut dipergunakan sebagai media dalam melakukan tindakan yang melanggar aturan Islam....

Silahkan Berkomentar