TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Mengenal Konstruksi Busi

Komponen mesin yang satu ini memang unik dan memiliki konstruksi yang lain dari pada yang lainnya. Kecil ukurannya namun memiliki peran penting dalam menciptakan kualitas pembakaran campura udara-bahan bakar di ruang bakar. Ya, komponen sistem pengapian ini disebut busi atau spark plug. Busi bertanggung jawab untuk menyalakan (membakar) campuran udara dan bahan bakar yang telah terkompresi pada ruang bakar (combustion chamber) di setiap akhir langkah kompresi. Kualitas percikan bunga api yang dihasilkan oleh elektroda busi merupakan faktor penting bagi pengoperasian kendaraan dan lingkungan, termasuk didalamnya kenyamanan, kelancaran, kinerja, efisiensi mesin dan emisi gas buang. Busi harus mampu memercikan api untuk membakar campuran udara-bahan bakar antara 500 sampai dengan 3.500 kali per menit, hal ini menjadikan busi memiliki kontribusi besar dalam menciptakan pembakaran yang menghasilkan emisi gas buang sesuai standar dan irit konsumsi bahan bakar.

Peran Penting Busi

Meskipun konstruksinya sederhana, tetapi busi beroperasi dalam kondisi yang sangat berat. Temperatur busi bisa mencapai temperatur kira-kira 2.000oC (3.632oF) selama langkah pembakaran (kerja), namun kemudian temperaturnya turun drastis pada saat langkah hisap karena didinginkan oleh campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar. Perubahan temperatur dari panas ke dingin terjadi berulang-ulang pada busi selama mesin beroperasi. Tidak hanya itu, busi menerima pula perubahan tekanan didalam ruang bakar. Pada saat langkah hisap tekanan didalam silinder bervariasi antara 1 atm (760 mm Hg atau 29,92 in Hg atau 101.33 kPa) dan kemudian tekanan naik pada saat langkah kompresi hingga terjadi pembakaran dengan tekanan mencapai 45 atm. Busi mengalirkan tegangan antara 10 sampai 30 KV walaupun dengan kondisi yang sangat berat namun busi harus mampu menjaga kemampun penyalaan untuk jangka waktu yang lama.

Konstruksi Busi

Konstruksi Busi

Connection (Terminal)

Terminal ini dirancang dengan jenis koneksi SAE atau ulir 4mm. Kabel pengapian atau kabel koil disambungkan ke konekstor ini. Pada saat terbentuk tegangan tinggi maka tegangan harus bisa dialirkan menuju ke ujung busi (elektroda busi).

Insulator

Insulator ini terbuat dari keramik yang memiliki dua fungsi. Fungsi utamanya adalah sebagai insulasi yaitu mencegah flashover (meloncat) tegangan tinggi ke massa (minus), dan berfungsi untuk membantu mengalirkan panas pada kepala silinder. Insulator terbuat dari porselen alumunium murni yang mempunyai daya tahan panas tinggi, kekuatan mekanikal, kekuatan dielektrik pada temperatur tinggi dan menghantar panas (thermal conductivity).

Creepage Current Barriers

Gelombang yang dibuat pada permukaan insulator keramik (Creepage current barriers) berguna untuk memperpanjang jarak permukaan antara terminal (Connection) dan massa (Metal Case) hal ini untuk mencegah terjadinya loncatan bunga api tegangan tinggi. Sehingga arus listrik dapat dipastikan mengalir melalui jalur elektroda tengah tanpa mengalami kebocoran arus ke massa.

Interference Suppression

Interference suppression dibuat untuk memastikan kompatibilitas elektromagnetik (EMC) hal ini berfungsi mengurangi gangguan frekwensi radio dan merapatkan bagian tengah elektronika sehingga terhindar dari kebocoran arus, gelas (glass melt) digunakan di bagian tengah elektroda busi untuk menghindari kebocoran udara serta mengikat poros tengah dengan elektroda tengah.

Middle Electrode (Elektroda Tengah)

Bagian elektroda tengan busi terbuat dari paduan nikel. Dari ujung elektroda ini arus meloncat ke elektroda masa (earth electrode) agar terjadi loncatan bunga api. Elektroda tengah memiliki inti dari bahan tembaga untuk meningkatkan kemampuan disipasi (pelepas/perambat) panas saat busi bekerja dalam perubahan temperatur yang drastis.

Metal Case (Casing Besi)

Casing berfungsi untuk menyangga insulator keramik dan sebagai mounting (dudukan untuk memasang) busi pada mesin. Casing atau wadah busi ini memiliki peran penting dalam membantu proses perambatan panas busi.

Seal Ring (Cincin Perapat)

Seal ring mencegah kebocoran gas pembakaran pada tekanan yang sangat tinggi saat terjadi langkah kompresi dan pembakaran didalam ruang bakar. Selain itu, seal ring membantu merambatkan panas busi ke kepala silinder.

Inner Seals (Perapat Pusat)

Inner Seal berfungsi untuk mengunci sambungan antara insulator dengan casing (metal case). Pada bagian ini, sebuah cincin pengikat (talcum ring) dibantu oleh dua cincin tambahan sebagai pengunci dalam mempererat ikatan antara insulator dengan casing, sehingga mampu mencegah kebocoran gas. Walaupun busi mengalami keretakan, namun inner seal akan memberikan ikatan yang optimal dalam mencegah kebocoran gas.

Earth Electrode (Elektroda Masa)

Elektroda masa dibuat dari bahan yang sama dengan elektroda tengah yaitu paduan nikel. Pada beberapa tipe busi, elektroda masa dibuat dengan alur berbeda, ada yang dibuat alur U (U Groove), alur V (V Groove) dan alur-alur khusus lainnya, hal ini bertujuan untuk memudahkan loncatan bunga api sehingga mampu meningkatkan kemampuan pengapian/pembakaran campuran udara dan bahan bakar pada ruang bakar.

Video Pembuatan Busi (Spark Plug)

Daftar Pustaka

  • NGK
  • Denso
  • ......, 1995, New Step 1 - Training Manual, PT Toyota-Astra Motor

Artikel Terkait

Menyetel Waktu Pengapian Mesin

Pengaturan waktu pengapian yang tepat merupakan hal penting agar kinerja mesin bisa maksimal. Percikan yang terlalu cepat atau terlalu lambat dalam siklus mesin sangat mempengaruhi performa mesin, menimbulkan getaran yang berlebihan, dan bahkan merusak mesin. Waktu pengapian juga mempengaruhi umur mesin, konsumsi bahan bakar, dan tenaga mesin. mesin generasi lama yang masih menggunakan distributor masih menggunakan pemicu mekanik dengan memanfaatkan gaya inersia dan kevakuman pada manifold untuk mengatur waktu pengapian yang disesuaikan dengan putaran mesin dan beban....

Penyebab Overheating Mesin

Panas memang dibutuhkan bagi mesin untuk menyempurnakan proses pembakaran agar menghasilkan energi yang maksimal. Namun ternyata panas yang berlebihan pada mesin justru berdampak buruk. Bisa mengakibatkan kegagalan kerja bahkan kerusakan fatal pada komponen-komponen vital. Panas berlebihan atau lebih dikenal dengan istilah Overheating menyebabkan pemuaian yang berlebihan pada komponen-komponen vital mesin, sehingga membuat celah yang terbentuk antar komponen yang bergerak menjadi sangat sempit, dalam kondisi tertentu mengakibatkan macet. Lebih parahnya lagi, komponen mesin yang mengalami overheating mengalami perubahan struktur logam, menjadi lebih rapuh dan keausan pun terjadi dengan lebih cepat. Apa saja penyebab overheating pada mesin?...

Latar Belakang OBD-II

On-board diagnostic (OBD) adalah istilah dalam dunia otomotif yang menunjukan bahwa kemampuan kendaaraan untuk mendiagnosa dirinya sendiri dan kemudian melaporkan keadaannya. Sistem OBD memberikan informasi kepada pemilik kendaraan atau teknisi untuk mengakses status berbagai sub sistem dari kendaraan. Jumlah informasi diagnostik yang tersedia melalui OBD bervariasi dan berkembang sangat pesat sejak awal diperkenalkan pada tahun 1980-an dimana kendaraan pertama kali menggunakan komputer untuk memanajemen kinerja kendaraan....

Mekanisme Katup - Overhead Camshaft

Mekanisme katup sangat berpengaruh pada hasil akhir tenaga mesin. 9.000 hingga 20.000 RPM (Revolution Per Minutes) bisa dihasilkan oleh mesin dengan mekanisme katup tipe Double Overhead Camshaft atau DOHC. Hal ini membuat mekanisme katup tipe Overhead Camshaft menjadi sangat populer hingga mampu menggeser dominasi mekanisme katup Overhead Valve. Sedangkan Single Overhead Camshaft atau SOHC menjadi standar mekanisme katup untuk sepeda motor sekarang ini. ...

Mekanisme Katup - Overhead Valve

OHV atau Overhead Valve adalah salah satu mekanisme katup (valve mechanism) pada mesin yang cukup lama digunakan. Bahkan OHV merupakan mekanisme katup tertua diantara mekanisme katup yang ada sekarang ini. Ukuran yang relatif kecil membuat mekanisme katup OHV masih digunakan hingga saat ini. Namun untuk menciptakan mesin dengan RPM tinggi, dengan sangat terpaksa mekanisme katup OHV harus dihindari. Lalu apa kelebihan dan kekurangan mekanisme katup OHV?...

Memahami Dwell pada Sistem Pengapian

Dwell Angle adalah jumlah derajat poros cam distributor ketika kontak poin tertutup. Dwell Angle atau Sudut Dwell bernilai tetap pada berbagai tingkat kecepatan putaran mesin. Dwell Time adalah sejumlah waktu yang diperlukan untuk mengisi tegangan pada kumparan induktif hingga mencapai tingkat energi maksimum. Dwell Time atau waktu dwell akan bervariasi sesuai dengan perubahan putaran mesin....

Memeriksa Tutup Radiator

Tutup Radiator atau sering di sebut Radiator Cap bukanlah sekedar sebuah tutup, tapi juga memiliki peranan penting dalam sistem pendinginan mesin kendaraan. Tutup radiator berfungsi untuk mengatur tekanan dan volume air pendingin didalam radiator. Karena peranan yang penting inilah maka perlu dilakukan pemeriksaan tutup radiator secara berkala baik secara visual maupun menggunakan alat khusus (SST). Jangan pernah remehkan benda kecil ini karena bisa berakibat fatal, salah satu akibat kerusakan pada tutup radiator adalah terjadinya overheating (panas berlebihan) pada mesin, hal ini tentu akan merusak komponen-komponen mesin....

MIL - DTC PGM-FI Honda

Malfunction Indicator Lamp atau disingkat MIL adalah lampu indikator dasbor yang berfungsi untuk memberitahu kepada pengguna atau mekanik tentang keadaan sepeda motor. Kedipan atau blink MIL dengan pola tertentu menunjukan kegagalan fungsi suatu input sensor dan atau suatu output aktuator. MIL merupakan bagian tak terpisahkan dari teknologi PGM-FI. Sedangkan Engine Control Module atau ECM adalah otak pengendali semua data yang masuk dari sensor, pengolah data, pengatur, hingga pengambil keputusan pada sepeda motor....

Secure Key Shutter - Kunci Magnet

Secure Key Shutter atau Kunci Magnet atau Penutup Lubang Kunci adalah teknologi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan para pemilik kendaraan dalam meningkatkan keamanan sepeda motornya. SKS mampu memperlambat pembobolan kunci utama dengan kunci T oleh para pencuri kendaraan bermotor. Secure Key Shutter cukup membantu walau hanya sekedar memperlambat, namun hal ini cukup efektif untuk menekan tingkat pencurian sepeda motor yang akhir-akhir ini cukup rawan terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Namun selalu ingat nasehat bang napi bahwa "Kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya tapi karena ada kesempatan. Waspadalah! Waspadalah!"...

Sistem Starter Motor Listrik Sepeda Motor

Sistem Starter Motor Listrik menggunakan motor listrik arus searah yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk memberikan gerak mula pada poros engkol. Gerak mula pada poros engkol atau crankshaft digunakan untuk menggerakan torak naik ke TMA dan turun ke TMB agar proses isap, kompresi, kerja dan buang bisa dimulai. Tugas Sistem Starter hanya untuk memberikan gerakan awal poros engkol saat memulai menghidupkan mesin....

Silahkan Berkomentar