TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Efek Positif Jejaring Sosial bagi Siswa

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang efek negatif jejaring sosial bagi siswa. Jika kita telaah, jejaring sosial tidak hanya berdampak negatif terhadap siswa, jika dalam penggunaannya sesuai dengan kaidah maka siapapun terutama siswa dapat memperoleh nilai positif dari jejaring sosial. Itulah mengapa teknologi sering disebut bagaikan 2 sisi mata uang, satu sisi berefek negatif, satu sisi lagi berefek positif. Disinilah perlunya peran serta orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan dan pemerintah dalam memberikan bimbingan agar generasi Indonesia tidak terjebak dalam penggunaan jejaring sosial yang menyimpang dari norma masyarakat maupun agama. Diharapkan pihak-pihak yang terkait dalam proses pendidikan generasi peduli akan bahaya dan manfaat jejaring sosial bagi generasi, memberikan gambaran dan pemahaman akan jejaring sosial, namun bukan dalam bentuk menakut-nakuti agar mereka menjauhi jejaring sosial. Berilah generasi ini pemahaman akan efek yang ditimbulkan dari jejaring sosial dengan harapan generasi kita memiliki filter yang baik dalam memanfaatkan jejaring sosial.

Dibawah ini efek positif dari penggunaan jejaring sosial bagi siswa, diantaranya:

1. Kemampuan Beradaptasi

Dengan jejaring sosial siswa akan mampu belajar cara mengembangkan kemampuan teknis dan sosial yang dibutuhkan mereka dalam menghadapi era digital sekarang ini. Mereka akan menemukan cara beradaptasi dan bersosialisasi dengan sahabatnya di jejaring sosial, serta kemampuan memanajemen pertemanan mereka. Hal ini merupakan materi yang sulit untuk ditemukan dalam pelajaran di kelas, karena pada situs jejaring sosial mereka akan di hadapkan dengan teman-teman baru yang baru saja mereka kenal, sehingga mereka akan mencari dan belajar sendiri bagaimana cara beradaptasi dengan teman-teman baru mereka, mencoba memahami apa yang mereka bicarakan yang kemudian akan mengasah kemampuan mereka untuk belajar bersosialiasi dengan ikut serta berperan dalam suatu diskusi dijejaring sosial diantara teman-teman yang baru mereka kenal.

2. Perluasan Jaringan Pertemanan

Pada dasarnya ini merupakan tujuan dibuatnya jejaring sosial yang memberikan kesempatan kepada siapa saja untuk memperluas jaringan pertemanannya dengan siapapun dan dari negara manapun, walaupun mereka tidak pernah bertemu sebelumnya. Dengan jejaring sosial para siswa bisa menambah jaringan pertemanannya tanpa harus bertemu langsung sehingga mereka dengan mudah menciptakan suatu komunitas yang bermanfaat bagi mereka, entah itu dalam diskusi pelajaran maupun hal-hal lain yang bisa memberikan kontribusi positif bagi mereka para siswa.

3. Termotivasi

Dengan terbentuknya komunitas pertemanan yang luas, ini akan mampu memotivasi para siswa dalam mengembangkan diri dari materi atau masukan teman-teman baru mereka yang terhubung secara online. Mereka terbentuk secara alami untuk saling berinteraksi satu sama lain sehingga besar kecilnya diskusi yang mereka lakukan akan menambah wawasan para siswa sebagai hasil umpan balik interaksi antar teman. Saling melemparkan materi satu teman terhadap teman lainnya menimbulkan sekumpulan catatan kecil yang bervariasi, inilah kekayaan materi yang hadir secara alami dari hasil pertemanan di jejaring sosial.

4. Meningkatkan Kepedulian

Saling sapa didalam situs jejaring sosial secara perlahan akan meningkatkan kualitas persahabatan, perhatian dan empati sesama teman yang saling terhubung secara online. Sapaan kepada teman lainnya membuat teman yang disapa merasa diperhatikan, berbagi photo, berbagi video, berbagi cerita, ini akan meningkatkan rasa kepedulian satu sama lain walaupun mereka tidak pernah bertemu secara nyata. Bentuk-bentuk perhatian seperti ini mampu mempererat tali persahabatan diantara teman dalam jejaring sosial maka secara alami mereka akan menjaga kualitas pertemanan mereka. Hal yang sederhana namun memberikan efek yang sangat baik dalam membentuk suatu komunitas yang saling menjaga persahabatan sesama teman.

Maka dari itu kepada para pihak terkait baik itu orang tua, masyarakat, lembaga pendidikan dan pemerintah harus saling bahu membahu dalam memberikan arahan dan bimbingan bagi para siswa agar tidak terjebak dalam komunitas jejaring sosial yang merugikan dan melanggar norma. Namun jangan pula melarang mereka untuk bersahabat dengan teman lainnya melalui situs jejaring sosial. Berikan mereka pemahaman betapa pentingnya menguasai teknologi dan betapa pentingnya membentengi diri dari hal-hal yang merusak agar mereka menemukan jati dirinya sebagai makhluk sosial yang beradab dan maju. Memberikan pemahaman kepada para siswa bahwa betapa pentingnya ilmu dan betapa pentingnya agama sehingga mereka menemukan keutuhan hidup layaknya manusia yang sesuai dengan tuntutan syariah. Saatnya membentuk generasi yang bisa menjadi ujung tombak majunya peradaban, peradaban yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Insya Allah…


Artikel Terkait

Efek Negatif Jejaring Sosial bagi Siswa

Teknologi merupakan hal mubah (boleh) yang hukumnya akan menjadi halal jika dipergunakan untuk hal-hal positif dan bermanfaat namun bisa pula menjadi haram ketika teknologi tersebut dipergunakan sebagai media dalam melakukan tindakan yang melanggar aturan Islam....

Minum Berdiri Ancam Liver dan Ginjal

Minum sambil berdiri apalagi dengan cara menuang membuat air lebih cepat sampai ke ginjal dan tak sempat disaring dan tidak terdistribusi dengan baik, bahkan cairan segar itu bisa lebih cepat terbuang. Padahal tubuh kita mengandung sekitar 70 persen cairan dan sangat membutuhkan air. Bayangkan bahwa tulang kita mengandung air sampai 40 persen, darah juga demikian....

Koridor Pola Pikir

Allah SWT berfirman: ”Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat.” [QS.An-Nisaa’: 105]....

Silahkan Berkomentar