TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Codebender Alternatif Arduino IDE

Codebender benar-benar memindahkan Arduino IDE ke “cloud”. Dengan menggunakan Codebender, kita bisa melakukan berbagai hal yang biasa kita lakukan dengan Arduino IDE versi desktop. Kita bisa menulis, meng-kompilasi, menjalankan kode (upload) secara online melalui website.

Codebender
Antarmuka Codebender

Codebender memiliki hampir semua fitur yang tersedia pada Arduino IDE versi offline, dan bahkan beberapa hal unik untuk Arduino IDE berbasis web. Ini adalah alat yang sangat mengagumkan bagi kita yang ingin berbagi kode yang telah kita tulis kepada orang lain, ikut berkontribusi pada kode yang telah ditulis oleh orang lain, atau sekedar mencari kode yang telah ditulis pengguna Arduino lain didunia.

Cukup mudah dan cepat untuk melakukan Setting Codebender: buka website Codebender, membuat akun, menginstall plugin, dan mulailah menulis kode dan atau upload kode yang pernah kita tulis. Kita tidak perlu mengunduh perangkat lunak hingga 100MB lebih, atau menginstall perangkat lunak lainnya, karena Codebender murni berbasis cloud, hardware-programming yang sangat menyenangkan.


Social Coding

Codebender dibuat dengan berbasis cloud dan basis cloud dikenal sangat baik untuk “social coding”. Mereka memiliki sistem yang sangat baik, mengajak kita untuk bekerja bersama-sama yang sering dikenal dengan DIT (Do It Together). Sehingga mudah untuk berbagai kode Arduino dengan orang lain dan atau menerima masukan tentang kode yang telah kita tulis dari orang lain.

Setiap sketch yang telah kita tulis dapat disisipkan (embed) kedalam halaman website yang kita kelola, sehingga teman-teman kita dan orang lain dapat dengan mudah membaca atau sekedar menelaah kode Arduino kita. Tentunya orang lain harus menggunakan browser yang mendukung Codebender (Firefox dan Chrome) serta sudah terpasang plugin Codebender pada browser, bahkan orang lain dapat langsung meng-upload kode yang terdapat pada halaman website kita kedalam Arduino mereka. Cobalah kode blink dibawah ini:


Menyisipkan Kode Codebender

Untuk menyisipkan kode dari Codebender sangatlah mudah, kita hanya perlu memasukan tag iframe kemudian mengganti link URL sesuai sketch yang telah kita buat pada Codebender. Sisipkan kode dari Codebender seperti dibawah ini kedalam halaman website anda:

<iframe style="height: 510px; width: 100%; margin: 10px 0 10px;" allowTransparency="true" src="https://codebender.cc/embed/sketch:43982" frameborder="0"></iframe>

Ganti nomor kode “43982” dengan kode sketch yang telah anda buat pada Codebender. Mudah bukan?


Fitur Menarik

Codebender mampu menandingi fitur-fitur yang tersedia pada Arduino IDE versi offline, kita dapat meng-upload kode, berinteraksi dengan serial monitor, bahkan mampu meng-upload kode melalui AVR Programmer. Akan ditemukan banyak hal menarik pada Arduino IDE berbasis web ini. Kita dapat dengan mudah meng-upload perpustakaan (library) kita sendiri, itu juga jika tidak ditemukan perpustakaan yang kita butuhkan di antara ratusan perpustakaan yang telah disediakan oleh Codebender.

Codebender Library
Perpustakaan Codebender

Jika kita terjebak pada suatu kesalahan maka fasilitas debug kode akan memberitahukan kesalahan yang telah dibuat dengan menampilkan jendela error output. Apakah karena kekurangan titik koma, kesalahan ketik dan lain sebagainya sehingga kesalahan yang dibuat akan dengan jelas kita ketahui untuk segera diperbaiki.

Codebender kian hari semakin hebat dengan fitur-fitur baru yang terus ditambahkan. Dan mungkin suatu hari, kita bisa menulis kode di Indonesia dan kemudian meng-upload ke dalam Arduino yang ada di negara lain atau bahkan di planet lain (Mimpi kali ya? Hehehe…). Codebender mempunyai tim yang hebat yang tak kenal lelah untuk terus meningkatkan fasilitas Codebender. Dan yang membuat Codebender lebih menarik lagi, semuanya dibuat dengan semangat Open-Source yang siapa saja dapat berkontribusi dan membuat fork sendiri. Open-Source membuat perangkat lunak berkembang sangat pesat, demikianlah yang terjadi pada Arduino dengan semangat Open-Hardware-nya, yang siapapun dapat membuatnya sendiri (DIY: Do It Yourself).

Apakah anda pengguna Arduino berpengalaman, atau seorang newbie? Saya menyarankan anda untuk segera mencoba kehebatan Codebender. Buka situs Codebender, buat akun, install plugin, hubungkan papan Arduino anda, dan mulailah menulis kode yang hebat!


Artikel Terkait

Mengenal Arduino Leonardo

Arduino Leonardo adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega32u4. Arduino Leonardo memiliki 20 digital pin input/output (yang mana 7 pin dapat digunakan sebagai output PWM dan 12 pin sebagai input analog), 16 MHz kristal osilator, koneksi micro USB, jack power suplai tegangan, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer melalui kabel USB atau power dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk mulai mengaktifkannya....

Mengenal Arduino Mega2560

Arduino Mega2560 adalah papan mikrokontroler berbasiskan ATmega2560 (datasheet ATmega2560). Arduino Mega2560 memiliki 54 pin digital input/output, dimana 15 pin dapat digunakan sebagai output PWM, 16 pin sebagai input analog, dan 4 pin sebagai UART (port serial hardware), 16 MHz kristal osilator, koneksi USB, jack power, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. ...

Mengenal Arduino Uno

Arduino Uno adalah papan mikrokontroler berbasis ATmega328. Arduino Uno memiliki 14 digital pin input/output, dimana 6 pin digunakan sebagai output PWM, 6 pin input analog, 16 MHz resonator keramik, koneksi USB, jack catu daya eksternal, header ICSP, dan tombol reset. Sebuah ATmega16U2 yang terdapat pada papan digunakan sebagai media komunikasi serial melalui USB dan muncul pada hardware komputer sebagai COM Port Virtual untuk berkomunikasi dengan perangkat lunak pada komputer. Firmware 16U2 menggunakan driver standar USB COM, sehingga tidak membutuhkan driver eksternal....

Memahami Pull-up Resistor

Pull-up Resistor sangat umum digunakan pada mikrokontroler (MCU) atau pada perangkat logika digital (digital logic device). Artikel kali ini akan membahas kapan dan dimana harus menggunakan pull-up resistor, melakukan perhitungan sederhana dan menunjukan mengapa pull-up resistor itu penting....

Silahkan Berkomentar