TAKEN FROM μDESK OF DEDE HENDRIONO

Begadang Liver Meradang

Menghabiskan waktu di malam hari dengan bermain kartu, ngobrol tak ada ujung pangkalnya, olah raga, menonton televisi, chatting, twitter-an, facebook-an yang kemaslahatannya tidak jelas, berdansa-dansi di tempat-tempat maksiat dan lainnya merupakan sisi kehidupan malam yang lekat di mata dan dekat ditelinga. Walau sudah banyak yang mengetahui bahaya begadang, namun godaan tak sanggup di hadang, sehingga banyak yang livernya meradang dan mendadak meregang nyawa. Adapun begadang yang dibenarkan dalam Islam meliputi 3 hal, sebagaimana hadits riwayat Imam At-Thirmidzi, bahwa Aisyah RA berkata: “Tidak boleh begadang kecuali untuk tiga hal: Orang yang shalat, pengantin baru, atau musafir.

Sementara itu sesungguhnya malam hari merupakan masa yang penting bagi sebagian organ tubuh, dimana kala malam, beberapa organ tubuh ditetapkan oleh Sang Khaliq melakukan aktivitas istimewa sampai pagi hari, yang pada umumnya melakukan kegiatan pembersihan besar-besaran. Khususnya liver, aktivitas pembersihan (detoksifikasi) mulai pukul 23.00 - 01.00. Selanjutnya pukul 01.00 - 03.00 pembersihan di daerah empedu. Mereka yang sengaja begadang hanya untuk menghabiskan waktu dan bukan untuk shalat, pengantin baru atau musafir tenta akan menyiksa livernya. Sebab masa itu untuk istirahat, tidur nyenyak dan memberikan kesempatan organ-organ penting melakukan aktivitasnya. Bola seseorang tidak istirahat (tidur), apalagi melakukan kegiatan berat seperti olah raga tentunya tidak memberikan kesempatan yang baik bagi livernya. Bahkan energi yang ada di liver pun bisa terkuras habis, sehingga kegiatan liver membersihkan racun akan terganggu.

Bila hal ini berlangsung lama, jangan kaget bila suatu saat sekalipun olahragawan ternyata menderita gangguan liver, entah hepatitis atau lainnya. Begitu pula mereka yang gemar menghabiskan waktu dengan main kartu, nongkrong di warung, cafe, warnet atau di pinggir jalan raya, harus siap-siap menghadapi serangan penyakit liver. Karena itu sahabat Umar bin Khattab memukul orang yang suka begadang dan dia mengingatkan: “Apakah kalian terjaga pada waktu awal malam dan tidur pada bagian terakhirnya?

Dr. Amin bin Abdullah Asy-Syaqawi dalam bukunya berjudul “Bahaya Begadang” memaparkan keburukan begadang, antara lain dapat mengakibatkan keterlambatan shalat fajar. Padahal Allah SWT melarang menyia-nyiakan waktu serta menegaskan pentingnya shalat subuh, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Maryam ayat 59: “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. Lalu firman Allah SWT dalam Surat Al-Isra’ ayat 78: “dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan oleh malaikat”.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh maka dia berada di dalam jaminan Allah, maka jangan sampai salah seorang di antara kalian dituntut oleh Allah dengan sesuatu yang merupakan jaminan-Nya. Sesungguhnya orang yang akan dituntut oleh Allah dengan sesuatu yang merupakan jaminan-Nya maka dia pasti mendapatkan akibatnya kemudian Dia akan mencampakkannya ke dalam neraka Jahannam”. Hadits lainnya dari Umaroh bin Rubiyah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya”. Maksudnya adalah shalat fajar dan shalat ashar.

Keburukan begadang lainnya adalah menyia-nyiakan waktu, padahal penggunaan waktu selama hidup merupakan perkara yang akan di minta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Keburukan berikutnya dari begadang adalah merusak kesehatan, dan hal ini sudah diperingkatkan Allah SWT dalam Surat Adz-Dzaariyaat ayat 17-18: “Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan (kepada Allah) diwaktu pagi sebelum fajar.” Amin bin Abdullah Asy-Syaqawi menambahkan, tidur pada permulaan malam adalah kesempatan yang tidak pernah tergantikan, dan para ulama mengecualikan begadang dalam ketaatan karena terdapat kemaslahatan syar’i seperti beribadah pada waktu malam atau berdakwah menyerukan manusia agar taat kepada Allah, memerintahkan kepada ma’ruf dan mencegah yang munkar atau untuk menuntut ilmu syara’ atau begadang bersama tamu atau istri.

Allah menegaskan tentang pentingnya tidur diwaktu malam dalam Surat An-Naml ayat 86: “Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan malam supaya mereka beristirahat padanya dan siang yang menerangi? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.

Wallahu A’lam…

(Sumber: Tabloid Bekam, Halaman 12/Edisi 12/Th.III)


Artikel Terkait

Minum Berdiri Ancam Liver dan Ginjal

Minum sambil berdiri apalagi dengan cara menuang membuat air lebih cepat sampai ke ginjal dan tak sempat disaring dan tidak terdistribusi dengan baik, bahkan cairan segar itu bisa lebih cepat terbuang. Padahal tubuh kita mengandung sekitar 70 persen cairan dan sangat membutuhkan air. Bayangkan bahwa tulang kita mengandung air sampai 40 persen, darah juga demikian....

Tato Alis Picu Hepatitis

Sikap congkak manusia dengan melanggar pelarangan tato ini pada akhirnya akan menuai bala dan bencana, diantaranya adalah para pemilik tato mengalami gangguan liver yakni hepatitis, maupun beresiko tertular penyakit berbahaya lainnya seperti HIV/AIDS melalui penggunaan jarum tato. Bahkan tato dianggap sebagai distributor berbagai penyakit berbahaya dan mematikan termasuk sefilis, tetanus, tuberkulosis dan penyakit darah lainnya....

Silahkan Berkomentar